08112652210 / 08112652244 info@bisniscoaching.com

Anda tentu sudah mengetahui bahwa negara Jepang adalah negara yang sangat maju. Padahal pada bulan Agustus 1945 dua kota besar di Jepang, yaitu kota Hirosima dan Nagasaki terkena bom, pada saat itupun Indonesia meraih kemerdekaan.

Namun faktanya Jepang mempunyai akselerasi yang lebih tinggi dibanding Indonesia dalam hal membangun dan memajukan negara. Jepang juga rawan akan bahaya gempa bumi dan tsunami yang sampai saat ini belum ada teknologi yang bisa memprediksi secara akurat kapan terjadinya. Hal tersebut menjadikan Jepang menjadi salah satu kiblat dalam pembangunan, termasuk dalam hal karakter manusianya.

 

Budaya dan Rahasia Sukses

Budaya Jepang saat ini sedang diminati. Segala sesuatu yang ada hubungannya dengan negara Jepang memang menarik untuk dipelajari. Banyak yang suka dengan anime, drama Jepang (j-dorama), makanan, mainan, lagu, dll. Lalu dalam hal bisnis maupun kesuksesan, ada sepuluh hal yang dapat kita pelajari dan terapkan dalam kehidupan. Apa sajakah sepuluh rahasia sukses itu? Akan dibahas satu persatu dalam artikel ini :

 

#1. Budaya Malu

Malu merupakan budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Dahulu, Harakiri atau bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut menjadi ritual di era samurai. Mereka melakukan Harakiri ketika kalah dalam pertempuran. Setelah masuk ke dunia modern saat ini, budaya malu tersebut berubah ke fenomena “mengundurkan diri” dan meminta maaf secara publik bagi para pemimpin yang terlibat korupsi atau saat merasa gagal menjalankan tugasnya. Mereka akan malu terhadap lingkungan apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

 

#2. Mandiri

Sikap mandiri sudah dilatih sejak usia dini. Bahkan seorang anak TK sudah harus membawa tiga tas besar berisi pakaian ganti, bento atau bungkusan makan siang, sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Setelah lulus SMA dan masuk bangku kuliah, hampir sebagian besar mereka mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Jika kehabisan uang, mereka akan “meminjam” uang ke orang tua dan nantinya akan dikembalikan.

 

#3. Pantang Menyerah

Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Rentetan bencana terjadi pada tahun 1945. Dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, disusul dengan Jepang kalah perang, dan ditambah dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo. Namun dalam beberapa tahun berikutnya, Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen). Anda tentu tahu bahwa Akio Morita awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tape miliknya yang mungil ke berbagai negara. Tetapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya.

Ilmu dan teori dimana orang perlu dan harus belajar dari kegagalan mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan).

 

#4. Loyalitas

Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Di Jepang, sangat jarang orang yang berpindah-pindah pekerjaan.

 

#5. Inovasi

Memang Jepang bukan merupakan bangsa penemu, tetapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam merangkai temuan dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat umum.

 

#6. Kerja Keras

Bukan rahasia lagi bahwa orang-orang Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai Jepang adalah 2450 jam/tahun. Sangat tinggi bila dibandingkan dengan Amerika yaitu 1957 jam/tahun, Jerman 1870 jam/tahun dan Prancis 1680 jam/tahun. Pulang lebih awal adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di jepang dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.

 

#7. Menjaga Tradisi

Dengan berkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada hingga sekarang. Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang dalam kesehariannya. Kalau suatu hari Anda berkunjung ke Jepang dan naik sepeda, kemudian menabrak pejalan kaki, maka jangan kaget kalau yang Anda tabrak malah meminta maaf terlebih dahulu.

 

#8. Budaya Membaca

Ketika Anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik). Sebagian besar penumpangnya mulai dari anak-anak maupun dewasa pasti sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, pasti banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca.

 

#9. Hemat

Orang-orang Jepang memiliki semangat hidup hemat. Sikap anti konsumerisme yang berlebihan ini nampak dalam keseharian. Mungkin Anda sedikit heran dengan banyaknya orang Jepang ramai berbelanja di supermarket sekitar pukul 19:30, ternyata sebelum tutup pihak supermarket memotong harga hingga setengahnya.

 

#10. Bekerja sama

Jepang tidak terlalu mengakomodasi pekerjaan yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk terkait klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut.

Ada sebuah anekdot yang menyatakan bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, namun 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok”.

Siapkah Anda mengadopsi karakter-karakter tersebut?

 

Program Pelatihan Akeyodia

Silakan hubungi kami di telepon/WA ke nomor 08112652244 /08112652210, jika Anda tertarik mengadakan Training untuk Perusahaan/Instansi/Sekolah, Pelatihan untuk Masa Persiapan Pensiun, Seminar motivasi, 1 on 1 life coaching, 1 on 1 business coaching, dan konsultasi pribadi. Kami juga menyediakan jasa pelatihan secara online, konsultasi online dan seminar online.




VIDEO (VLOG) COACH EDWIN


Jangan lewatkan menonton video dari Coach Edwin tentang Life, Spiritual dan Bisnis. Tekan tombol berikut pada video dibawah untuk memilih judul Vlog yang Anda ingin lihat.




Program Kami

 

Jika Anda membutuhkan pembicara terkait motivasi, konsultasi berbagai masalah kehidupan / bisnis, Coach untuk menangani masalah yang Anda hadapi, silahkan konsultasikan kepada kami melalui whatsApp sekarang juga.



Apa Masalah Anda?

WhatsApp