08112652210 / 08112652244 info@bisniscoaching.com

Sudahkah Anda memahami tentang Sandwich Generation? Atau malah dari Anda ada yang merasa asing dengan istilah tersebut?

Jika Anda masih belum memahaminya, mari kita telurusi terlebih dahulu dengan menjawab beberapa pertanyaan berikut ini : “Apakah saat ini Anda sudah membantu keuangan orangtua? Dan di saat yang sama, Anda juga sudah harus menabung untuk dana pendidikan? Selain membayar cicilan rumah (KPR) atau kendaraan, Anda juga harus menyisihkan gaji untuk renovasi rumah orangtua? Dan semua membuat Anda stres dan kesulitan dalam membagi penghasilan tiap bulannya?”

Apabila jawaban Anda adalah “ya” pada beberapa kondisi atau malah pada semua kondisi, maka selamat bergabung dalam Sandwich Generation.

 

Menjadi Generasi Sandwich Generation

Sandwich Generation merupakan mereka yang memiliki beban finansial dalam mengurus orangtua atau anggota keluarga lain sekaligus membesarkan anak sendiri. Nah kondisi seperti itu diibaratkan bagai roti sandwich, artinya generasi ini “terhimpit” oleh dua kewajiban tersebut, yaitu mengurus anggota keluarga yang lain (orang tua, saudara, dll) dan mengurus anggota keluarga sendiri (anak dan istri).

Namun ternyata, di Indonesia sendiri, kondisi seperti ini sebetulnya bukan hal yang aneh atau baru. Sebab mayoritas masyarakat Indonesia meyakini bahwa menyokong hidup orangtua adalah kewajiban setiap anak ketika dewasa.

Jika sebagai Sandwich Generation Anda tidak merasa kesulitan mengatur finansial, tentu tentu hal tersebut tidak menjadi masalah. Akan tetapi, bagaimana jika hal tersebut membuat kondisi financial Anda menjadi kacau balau dan membuat Anda rentan mengalami stress?

 

Cara Terhindar Dari Sandwich Generation

Sudah dijelaskan diawal bahwa dalam perencanaan keuangan, orang yang terhimpit antara kebutuhannya sendiri dengan keperluan orang lain seperti orang tua atau kerabat, juga dikenal dengan istilah Sandwich Generation. Sandwich memang digunakan sebagai analogi, karena terdiri dari beberapa lapisan yang saling menghimpit. Orang yang teridentifikasi sebagai Sandwich Generation diibaratkan berada di bagian tengah dari tumpukan sandwich tersebut.

Kondisi tersebut tentu akan memuat beban finansial seseorang semakin berat. Namun, “tidak akan ada asap jika tidak ada api”. Sandwich Generation dihasilkan karena  adanya kegagalan dari generasi sebelumnya dalam merencanakan keuangan.

Orang tua dari Sandwich Generation biasanya tidak menyiapkan tabungan hari tua, karena pada masanya perencanaan keuangan dan persiapan hari tua belum menjadi kebutuhan masyarakat Indonesia.

Guna memutus mata rantai Sandwich Generation, Anda idealnya memiliki penghasilan yang memadai. Selain itu, diperlukan pula perencanaan keuangan yang hati-hati dan pengelolaan keuangan yang bijak.

Anda juga harus mulai merencanakan keuangan sejak dini. Misalnya untuk dana pendidikan anak, Anda sebaiknya segera memikirkannya sedini mungkin dan jangan lupa sisihkan penghasilan untuk tabungan dan investasi.

Lalu bagaimana sebaiknya agar tidak menjadi Sandwich Generation jika sudah terlanjur berkeluarga? Hal yang harus Anda perhatikan adalah :

  1. Usahakan untuk memiliki penghasilan yang memadai
  2. Membuat perencanaan keuangan yang rinci dan hati-hati
  3. Lebih bijak dalam mengelola keuangan
  4. Merencanakan keuangan Anda sejak dini, baik dana pendidikan atau masa tua
  5. Lindungi diri dan orangtua dengan asuransi
  6. Ajak kerabat Anda bekerjasama menanggung beban, jadi tidak semua pada Anda

 

Sementara itu, bagi milenial yang belum berkeluarga, langkah yang harus dilakukan adalah:

  1. Mengidentifikasi jumlah penghasilan dan kebutuhan. Hal ini terkait berapa uang yang perlu disisihkan untuk orang tua dan uang untuk kebutuhan pribadi, serta berapa banyak porsi investasinya.
  2. Mulai menyusun anggaran dan jangan lupa untuk meningkatkan pengetahuan mengenai investasi sesuai kebutuhannya.

Nah untuk menyiapkan dana yang memadai, Anda juga dapat melakukan life cycle investment. Life cycle investment adalah investasi yang dilakukan berdasarkan fase hidup yang terdiri dari masa muda, menjelang pensiun, dan masa pensiun. Tiap fase memiliki potensi investasi yang berbeda, yang secara berurutan meliputi, growth, protection, dan distribution.

-. Pada Masa Muda alias Fase Growth Anda disarankan berinvestasi dalam saham.

-. Jelang Masa Pensiun alias Fase Protection, alokasikan dana investasi pada obligasi negara yang risikonya cenderung lebih rendah.

-. Pada Masa Pensiun alias Fase Distribution, merupakan masa ketika Anda mulai mengumpulkan sekaligus menikmati hasil investasi secara berkala.

Langkah ini tidak hanya menyelamatkan Anda saat tua nanti, tapi juga menyelamatkan anak atau generasi selanjutnya dari tekanan Sandwich Generation.

Silakan hubungi kami di telepon/WA ke nomor 08112652244 /08112652210, jika Anda tertarik mengadakan Training, 1 on 1 life coaching, 1 on 1 business coaching atau konsultasi pribadi.



VIDEO (VLOG) COACH EDWIN


Jangan lewatkan menonton video dari Coach Edwin tentang Life, Spiritual dan Bisnis. Tekan tombol berikut pada video dibawah untuk memilih judul Vlog yang Anda ingin lihat.

playlist VLOG



Program Kami

 

Jika Anda membutuhkan pembicara terkait motivasi, konsultasi berbagai masalah kehidupan / bisnis, Coach untuk menangani masalah yang Anda hadapi, silahkan konsultasikan kepada kami melalui whatsApp sekarang juga.



Apa Masalah Anda?

WhatsApp