08112652210 / 08112652244 info@bisniscoaching.com

Waktu terasa bergerak dengan begitu cepat, dan kita dituntut untuk mengejar berbagai pencapaian. Seolah-olah tidak ada lagi waktu yang dapat digunakan untuk memikirkan apa yang sebenarnya ingin Anda dilakukan. Semua berlari seperti tanpa jeda demi mengejar ketertinggalan pencapaian. Mulai dari materi, karier, ataupun status sosial. Dan bagi Anda yang sebagai kaum pekerja, hal-hal tersebut menjadi keharusan untuk dilakukan seakan tidak ada pilihan. Apakah Anda termasuk yang sebagian besar hidupnya habis untuk bekerja dan bekerja?

Dampak dari kehidupan yang serba cepat ini membuat kesehatan fisik dan kesehatan mental rentan. Anda seakan tidak mempunyai kebebasan untuk menentukan apa yang benar-benar disukai dan diinginkan, lalu terpaksa mengikuti rutinitas.

Ketika Anda sudah muak dan lelah dengan rutinitas,cobalah untuk berhenti sejenak atau mundur selangkah. Kemudian pikirkan, apakah hal tersebut memang benar-benar yang Anda inginkan atau bukan.

Ketika hati kecil Anda menjawab tidak, Anda dapat menjalankan konsep slow living untuk mengatasinya.

Gaya hidup slow living akan membuat Anda seperti melambat sejenak menjalani rutinitas. Para pelaku slow living memiliki pemahaman bahwa kesibukan dan gaya hidup fast living merebut waktu, kesehatan, hingga kenikmatan menjalani hidup.

 

Sejarah Slow Living

Pada tahun 1989 seorang pria asal Italia bernama Carlo Petrini membuat Slow Food Movement. Slow Food Movement dibuat guna melawan gerakan fast food kala itu. Kampanye Slow Food Movement bertujuan melindungi makanan tradisional dan juga budaya gastronomi. Dari kampanye ini, akhirnya merambah ke berbagai aspek, hingga ke kehidupan.

Gaya hidup slow living menentang konsumerisme dan materialisme. Ternyata tanpa disadari konsumerisme dan materialisme membuat orang terus berlomba-lomba meraih sesuatu tanpa tahu kapan harus berhenti. Sebab manusia memiliki sifat selalu merasa kurang.

Gaya hidup slow living membuat Anda dapat mengukuran kebahagiaan dari versi diri sendiri. Fokus Anda akan melihat pada hal-hal kecil yang sering terlewatkan dan menikmati kesederhanaan penuh makna yang sudah Anda capai. Slow living efektif untuk melepaskan stress dan membuat Anda lebih sehat secara fisik dan juga mental.

 

Hidup Sehat dengan Slow Living

Slow living membuat Anda kembali terkoneksi dengan momen kebersamaan bersama teman, keluarga, dan pasangan. Anda juga dapat menikmati alam, berlibur, dan mengurangi intensitas penggunaan handphone. Anda bisa memanfaatkan waktu kosong untuk istirahat atau mempelajari hal-hal baru yang menyenangkan hati serta meningkatkan keterampilan.

Meski slow living seperti hidup santai, bukan berarti Anda terus bermalas-malasan dan tidak produktif. Anda memang tetap perlu fokus mengerjakan pekerjaan, namun dengan skala prioritas. Ketika Anda fokus dan mengerjakan dengan tidak terburu-buru, maka diharapkan hasil yang Anda peroleh akan lebih memuaskan.

 

Menerapkan Slow Living

Bukan hal mudah menerapkan slow living. Anda perlu memulainya dengan menyadari beberapa hal yang sebenarnya sudah menjadi kebiasaan, lalu meneruskannya dengan menambahkan beberapa hal. Antara lain:

-. Batasi penggunaan gadget Anda. Jangan sampai karena terlalu asik bermain gadget Anda sampai kehilangan moment-moment penting.

-. Ketika Anda bangun pagi setelah melakukan ibadah, sisihkan waktu untuk menikmati alam. Seperti menghirup udara segar, menikmati matahari terbit,berjemur di bawah sinar matahari pagi, olah raga singkat, atau sarapan dengan santai.

-. Lakukan maindfullness. Lakukan semua hal dengan penuh kesadaran. Sehingga Anda benar-benar bersyukur atas apa yang sudah Anda lakukan.

-. Buatlah rutinitas harian menjadi sebuah ritual yang tidak membebani Anda.

-. Ketika ada waktu luang, jangan menonton televisi atau bermain media sosial, tetapi gunakan untuk melakukan sesuatu. Misalnya memasak, membuat prakarya, atau membeli bahan makanan dari petani lokal dan UMKM.

-. Anda juga dapat menyisihkan waktu untuk keluarga, menyisihkan waktu untuk diri sendiri dan mengeksplorasi hal baru dengan waktu yang Anda tentukan sendiri

 

Slow Living Kala Pandemi

Pandemi membawa Anda pada sebuah kegelisahan baru yang dapat Anda atasi dengan slow living. Slow living adalah gaya hidup yang berupaya menikmati setiap momen, tanpa terlalu sibuk ‘mengejarnya’ hingga lupa waktu.

Hidup dengan Slow living berarti memasang batas-batas yang perlu Anda beri fokus. Slow living membuat Anda lebih memerhatikan tubuh dan kebutuhannya. Mungkin suatu ketika Anda diet ketat mengurangi asupan gula, namun suatu ketika ada kalanya Anda hanya ingin duduk santai menikmati kopi dengan sepotong cake.

Ketika Anda memiliki komunitas, Anda dapat menghubungi Tim Akeyodia di 08112652244 / 08112652210 untuk mendapatkan informasi program webinar free.

Simak juga pembelajaran: INSPIRING QUOTES #41 – PARADIGMA TENTANG UANG DI MASYARAKAT! SALAHKAH?




VIDEO (VLOG) COACH EDWIN


Jangan lewatkan menonton video dari Coach Edwin tentang Life, Spiritual dan Bisnis. Tekan tombol berikut pada video dibawah untuk memilih judul Vlog yang Anda ingin lihat.




Program Kami

 

Jika Anda membutuhkan pembicara terkait motivasi, konsultasi berbagai masalah kehidupan / bisnis, Coach untuk menangani masalah yang Anda hadapi, silahkan konsultasikan kepada kami melalui whatsApp sekarang juga.



Apa Masalah Anda?

WhatsApp