08112652210 / 08112652244 info@bisniscoaching.com

Program Pembekalan Karyawan Purna Tugas (Program PKPT) yang diadakan oleh perusahaan tidak hanya sebagai prasyarat suksesnya program HRD saja. Jauh dari itu, sebenarnya Program Pembekalan Karyawan Purna Tugas (Program PKPT) sangat dibutuhkan oleh karyawan, apalagi karyawan yang akan menghadapi power syndrome maupun yang akan mempersiapkan diri menjadi wirausahawan.

Masa pensiun merupakan masa yang sering diartikan negatif karena kurangnya persiapan para karyawan dalam menghadapinya. Dengan adanya Program Pembekalan Karyawan Purna Tugas (Program PKPT), perusahaan memberikan solusi kehidupan yang lebih baik di luar perusahaan pada para mantan karyawannya

 

Pensiun Adalah Saatnya Anda Memulai

Banyak yang mengartikan pensiun sebagai sebuah kehilangan atau ketidakberdayaan. Misalnya tidak memiliki atau pendapatan yang berkurang, ketergantungan atas bantuan orang lain dan kesehatan yang mulai menurun.

Padahal, pensiun sebaiknya dihadapi dengan positif, terbukti banyak para pensiunan yang sukses di masa pensiun mereka. Masa pensiun merupakan saat yang tepat memulai aktivitas baru dan merupakan masa di mana Anda dapat meluangkan lebih banyak waktu untuk keluarga.

 

Apasaja Syndrome yang Muncul?

Masa persiapan pensiun adalah masa dimana sebagian orang akan mengalami ketidaknyamanan. Ada gejala power syndrome yang akan dialami oleh karyawan yang pensiun. Antara lain : Syndrome psikis, dimana mental Anda mulai gelisah ketika memasuki masa pensiun. Syndrome fisik, dimana fisik Anda mulai melemah seiring berjalan nya usia. Dan Syndrome ekonomi, yaitu ketakutan Anda dalam mencukupi kebutuhan hidup Anda

Hal di atas masih menjadi persoalan bagi para karyawan di Indonesia, sebab saat memasuki masa pensiun mereka masih kebingungan. Mereka bingung akan melakukan bisnis apa atau menghabiskan masa pensiun dengan keluarga saja.

 

Perlunya Program Pembekalan Karyawan Purna Tugas (Program PKPT)

Dengan mengikuti pelatihan persiapan pensiun atau purnabakti yang diadakan perusahaan, maka diharapkan Anda akan lebih siap menyongsong masa depan.  Pelatihan untuk mempersiapkan karyawan dalam menghadapi masa pensiun memiliki berbagai manfaat. Beberapa di antaranya adalah:

 

#1 Mengubah Mindset Karyawan dari Ketergantungan Menjadi Kemandirian

Diharapkan karyawan nantinya memiliki sikap positif, sehingga mampu memotivasi diri mereka untuk mengubah konsep pensiun menjadi lebih positif. Pelatihan ini juga dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan menanamkan mindset untuk menjadi lebih mandiri.

 

#2 Perencanaan Keuangan yang Sehat

Karyawan akan diajarkan cara untuk mengelola keuangan dengan konsep yang jelas, yaitu untuk Memenuhi Kebutuhan, Berinvestasi, Persiapan Dana Darurat dan Memenuhi Keinginan. Harapannya, karyawan akan mengatur keuangannya dengan baik sehingga nantinya tidak terjadi kebocoran keuangan.

 

#3 Menumbuhkan Kecerdasan Emosional

Aktivitas dan gaya hidup berubah ketika menginjak usia pensiun, jika seseorang tidak dibekali dengan mental yang kuat, maka akan muncul stres dan hilangnya kepercayaan diri.

Diperlukan Program Pembekalan Karyawan Purna Tugas (Program PKPT) di setiap perusahaan. Itulah wujud terimakasih yang nyata dan bermanfaat untuk jangka panjang.

Jika perusahaan Anda membutuhkan Program Pembekalan Karyawan Purna Tugas (Program PKPT), bisa berdiskusi dengan kami di telepon/WA ke nomor 08112652244 / 08112652210.

Berikut adalah dokumentasi Acara Motivasi  dan Membangun Jiwa Wirausaha, Rabu, 11 Desember 2019 di Ruang Malioboro lantai 1 – Hotel 101 Tugu Yogyakarta, Bersama Karyawan PT. Samudera Indonesia, Tbk.



VIDEO (VLOG) COACH EDWIN


Jangan lewatkan menonton video dari Coach Edwin tentang Life, Spiritual dan Bisnis. Tekan tombol berikut pada video dibawah untuk memilih judul Vlog yang Anda ingin lihat.

playlist VLOG



Program Kami

 

Jika Anda membutuhkan pembicara terkait motivasi, konsultasi berbagai masalah kehidupan / bisnis, Coach untuk menangani masalah yang Anda hadapi, silahkan konsultasikan kepada kami melalui whatsApp sekarang juga.



Apa Masalah Anda?

WhatsApp