08112652210 / 08112652244 info@bisniscoaching.com

Anda pasti mengetahui belum lama ini ada kolaborasi antara fastfood ternama dan boyband asal Korea Selatan yang sedang digandrungi remaja. Kolaborasi ini menghasilkan produk yang tentu saja berhasil mendapat perhatian masyarakat. Tingginya antusiasme masyarakat, khususnya para penggemar boyband tersebut, membuat gerai fastfood itu disesaki pembeli hingga menimbulkan kerumunan.

Apa yang dilakukan oleh keduanya merupakan sebagai sebuah strategi marketing horizontal. Marketing horizontal adalah strategi pemasaran yang dilakukan antar bisnis independen dalam tingkat saluran yang sama. Pada strategi marketing horizontal, konsumen diminta untuk bergerak sendiri secara sukarela. Perusahaan fastfood tersebut pandai mengaturnya dengan cara membuat konsumen penasaran. Caranya dengan membatasi ketersediaan produknya, sehingga muncul eksklusifitas.

 

Mampukah Bertahan Lama?

Pada kasus kolaborasi antara boyband asal Korea Selatan dan gerai fastfood, keduanya sama sama diuntungkan. Sebab kedua brand tersebut memiliki nilai yang sama-sama kuat, memiliki kesan yang berbeda, dan saling melengkapi.

Kolaborasi keduanya telah mendapatkan keuntungan tersendiri. Mengapa demikian? Jika kila lihat, perusahaan fastfood tersebut sudah dikenal di seluruh dunia dan bersegmen pada keluarga. Sedangkan boyband tersebut merupakan brand baru yang lebih fresh dan membidik kaum muda dan lebih dinamis dan invidual.

Meski sempat digandrungi dan ramai, strategi tersebut bersifat temporary, tidak akan bertahan lama dan tidak dapat diulang. Dampaknya akan tidak se-vial yang awal ketika kedua brand tersebut melakukan co-branding dengan strategi yang sama. Untuk mempertahankan marketing horizontal yang sudah dibangun dengan objek yang sama, perlu kreatifitas dan ide untuk brand campaign yang lebih fresh. Apa yang dapat kita pelajari dari kegiatan mereka?

 

1. Saatnya Kolaborasi

Pada akhirnya setiap brand akan menemukan saat di mana target pasar yang sudah tidak bisa di-treatment lagi. Agar dapat mencapai keunggulan yang optimal, maka kolaborasi brand menjadi solusi.

Setiap brand perlu mulai menyusun strategi kolaborasi. Tentunya Anda perlu mengetahui terlebih dahulu value Anda, agar ketika mengajukan penawaran brand Anda mempunyai nilai jual.

 

2. Memahami Tujuan Kolaborasi

Ketika Anda ingin melakukan kolaborasi, tentu Anda memiliki sebuah tujuan. Untuk memahami apa tujuan Anda, lihat dulu dari beberapa aspek. Tujuan Anda dapat disesuikan dan memilih dengan siapa akan berkolaborasi.

-. Meningkatkan Sales: Perlu produk baru atau dorongan dari suatu pihak yang memiliki banyak massa sesuai target market.

-. Meningkatkan Engagement: Caranya dengan membangun hubungan kedekatan dengan follower agar mereka merasa diperhatikan.

-. Meningkatkan Awareness: Brand perlu terus dan gencar promosi.
-. Mengakusisi konsumen baru: Brand perlu tahu influencer/key opinion leader yang memiliki pengikut militan.

 

3. Partner Kolaborasi

Karena berkolaborasi ini mencari value yang tidak dimiliki oleh brand sendiri, maka tidak semua dapat diajak kolaborasi. Anda dapat menggunakan key opinion leader, influencer, kompetitor, dan lainnya.

 

4. Memahami Strategi Kolaborasi

Seperti kolaborasi fastfood dengan boyband asal Korea Selatan, bentuk kolaborasi yang dilakukan adalah menu makanan sederhana yang menjadi menu kesukaan member boyband. Strategi kolaborasi yang dapat diterapkan juga cukup beragam, tergantung objektif yang ingin Anda capai. Misalnya berupa kolaborasi produk baru, cross promotion dengan saling endorse produk, dan lainnya.

 

5. Evaluasi Kolaborasi

Setelah melakukan kolaborasi, evaluasi benefit atau hasil kolaborasi yang didapatkan. Bagi brand seperti fastfood yang dibuat contoh, tentu akan mengalami sales atau peningkatan penjualan, sehingga mendatangkan lead atau traffik yang banyak.

Sedangkan, bagi boyband itu sendiri akan mempererat jaringan fans-nya di seluruh dunia. Mereka bukan lagi sekedar membeli produk, tetapi juga membeli makna yang menempel pada produk. Fans mereka akan merasakan kedekatan dengan idola ketika mampu memperoleh benda dari idola mereka.

Belajar dari kolaborasi yang dilakukan, perusahaan fastfood tersebut tahu kebahagiaan apa yang dapat mereka berikan kepada para kalangan remaja, kemudian menggunakan hal tersebut sebagai solusi untuk menaikkan sales. Dari sini kita dapat belajar, bagaimana caranya memberikan ‘kebahagiaan’ pada setiap konsumen. Kita tahu bahwa kebahagiaan setiap orang berbeda, maka kenali apa kebahagiaan konsumen Anda dan berikan solusi atas masalah mereka.

Yuk kolaborasi bersama Akeyodia untuk melakukan webinar bisnis atau program CSR dengan komunitas Anda. Hubungi Tim Akeyodia di 08112652244 atau 08112652210 untuk diskusi lebih lanjut.




VIDEO (VLOG) COACH EDWIN


Jangan lewatkan menonton video dari Coach Edwin tentang Life, Spiritual dan Bisnis. Tekan tombol berikut pada video dibawah untuk memilih judul Vlog yang Anda ingin lihat.




Program Kami

 

Jika Anda membutuhkan pembicara terkait motivasi, konsultasi berbagai masalah kehidupan / bisnis, Coach untuk menangani masalah yang Anda hadapi, silahkan konsultasikan kepada kami melalui whatsApp sekarang juga.



Apa Masalah Anda?

WhatsApp