08112652210 / 08112652244 info@akeyodia.com

Beberapa hari ini laman berita dipenuhi tentang keadaan Evergrande Group yang merupakan salah satu pengembang real estate terbesar di China. Raksasa properti ini pada Selasa, 14 September 2021 menyatakan bahwa sedang berada di bawah tekanan dan bisa saja tidak dapat memenuhi kewajiban hutangnya. Banyak yang merasa marah sehingga mendatangi kantor pusat Evergrande Group guna menuntut dana yang dimilikinya. Para investor juga cemas jika keruntuhan Evergrande Group akan menyebar ke pengembang properti lain.

 

Mengapa Evergrande Group Jatuh?

Evergrande sebelumnya dikenal sebagai Hengda yang terletak di selatan Shenzhen (dekat dengan Hong Kong). Berdasarkan penjualan, Evergrande adalah grup properti terbesar kedua di China. Hi Ka Yun mendirikan perseroan tersebut pada 1997, dan pada 2020 dia masuk dalam Forbes sebagai orang di China terkaya ketiga. Sayangnya, sejak saat itu kekayaan Hui Ka Yun merosot.

Beberapa tahun terakhir, Evergrande mengambil keuntungan dari ramainya bisnis real estate dan telah meningkatkan akuisisi. Namun Evergrande mengalami kemunduran ketika Beijing pada Agustus 2020 mulai memperkenalkan langkah-langkah guna memantau dan mengendalikan total tingkat utang pengembang properti besar.

Padahal selama ini, untuk membiayai perseroan dan menjaga aktivitasnya tetap berjalan, Evergrande mengandalkan pra-penjualan. Tindakan Beijing tersebut tentu memaksa Evergrande untuk membongkar properti dengan diskon makin besar.

 

Apa Pengaruh Kejatuhan Evergrande

Salah satu penyokong pertumbuhan China yang bertanggung jawab atas 29 persen dari output ekonomi adalah real estate. Tentu saja adanya kebangkrutan semacam ini akan berdampak cukup signifikan dan bisa menjadi ujian besar yang dihadapi sistem keuangan China. Tentu saja Beijing tidak akan diam saja membiarkan Evergrande bangkrut sebab akan merusak stabilitas pemerintahan.

Apa fakta dari Evergrande sampai terlilit masalah keuangan?

 

#1. Pengembang Besar

Karena bagian dari Global 500, artinya Evergrande merupakan salah satu bisnis terbesar di dunia jika dilihat dari pendapatan. Evergrande tercatat mempekerjakan sekitar 200 ribu orang, memiliki 1.300 proyek di lebih dari 280 kota di China.

Selain hal tersebut, Evergrande juga memiliki investasi disektor olahraga, kendaraan listrik, dan taman hiburan. Evergrande Fairyland  menjadi salah satu divisi di Evergrande  yang melayani wisatawan.

 

#2. Permasalahan yang Dihadapi

Hal yang membuat Evergrande terpuruk adalah beberapa tahun terakhir ini mereka meminjam dana untuk membiayai berbagai kegiatan bisnis sehingga mengakibatkan hutang Evergrande menggelembung. Investor mulai resah terkait arus kas perusahaan, mengingat Evergrande sendiri memiliki hutang lebih dari US$300 miliar dan membuat reputasinya semakin buruk.

 

#3. Upaya untuk Bangkit

Dengan menunjuk penasihat keuangan guna membantu menemukan solusi, menilai situasi perusahaan, serta mengeksplorasi semua solusi, adalah upaya yang saat ini dilakukan Evergrande.

Sebagai upaya untuk bangkit dari keterpurukan, mereka mencoba menjual asetnya berupa menara kantor di Hong Kong. Evergrande juga berusaha menjual bisnis layanan property dan bisnis kendaraan listriknya tetapi belum ada investor yang berminat.

 

#4. Tekanan dari Investor

Adanya masalah ini menimbulkan demonstrasi. Mereka ingin bertemu perwakilan Evergrande untuk membahas masalah yang dialami Evergrande. Meskipun sebelumnya pemegang saham Evergrande sudah mewaspadai bahwa saham akan turun karena ada masalah keuangan di perusahaan.

 

#5. Campur Tangan Pemerintah

Beberapa perusahaan real estate yang lain sebenarnya tetap stabil tahun ini. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa dampak masalah Evergrande dapat meluas ke industri keseluruhan. Untuk itu analis berharap pemerintah China dalam hal ini juga turun tangan membatasi dampak buruk dari Evergrande default. Ketika ada kekhawatiran default meningkat, Bank Sentral China dapat turun tangan dari sisi likuiditas untuk mengatasi masalah Evergrande.

Meskipun ada yang berpendapat bahwa masalah keuangan Evergrande merupakan sebuah ‘lubang hitam’ yang sudah terlambat untuk diselamatkan.

Evergrande awalnya berkembang bertepatan dengan periode kemakmuran urbanisasi berkelanjutan Tiongkok, sehinggs secara tidak langsung Evergrande mendapatkan manfaat dari hal tersebut. Sayangnya tahun kemarin bukan jalan yang mudah bagi Evergrande, Evergrande seperti didorong untuk menjual proyek sebelum selesai untuk mempertahankan arus kas karena standar kredit di China yang lebih ketat. Hal tersebut juga didukung oleh pihak bank yang semakin mempertanyakan praktik bisnis Evergrande dan ragu untuk memberikan pinjaman. Hal ini diperparah oleh regulator pasar lokal yang berusaha untuk melarang pra-penjualan.

Nah apa yang dapat Anda pelajari dari kasus Evergrande? Selalulah pantau arus kas perusahaan Anda dan jangan terlena karena keuntungan. Jika ada hal yang membuat arus kas ‘tidak sehat’ segera ambil tindakan agar tidak menimbulkan masalah besar dikemudian hari.

 

Game Akeyodia

Bagi Anda bisnis owner yang ingin menyelenggarakan pelatihan atau training baik offline maupun online, menghubungi kami di 08112652244 atau 08112652210.

Santai sejenak yuk sambil mengisi Teka Teko Silang Akeyodia di bawah ini:

Seberapa Parah Evergrande Group Jatuh




VIDEO (VLOG) COACH EDWIN


Jangan lewatkan menonton video dari Coach Edwin tentang Life, Spiritual dan Bisnis. Tekan tombol berikut pada video dibawah untuk memilih judul Vlog yang Anda ingin lihat.




Program Kami

 

Jika Anda membutuhkan pembicara terkait motivasi, konsultasi berbagai masalah kehidupan / bisnis, Coach untuk menangani masalah yang Anda hadapi, silahkan konsultasikan kepada kami melalui whatsApp sekarang juga.



Apa Masalah Anda?

WhatsApp
Pusat Pakaian Murah - Jasa Pembuatan Website Solo - Grosir Gamis