08112652210 / 08112652244 info@bisniscoaching.com

Pada artikel sebelumnya “Apakah Saya Seorang People Pleaser? – Part 1” sudah dibahas tentang apa itu people pleaser dan bagaimana ciri people pleaser. Sekarang pada pembahasan “Bagaimana Cara Berhenti Menjadi People Pleaser? – Part 2” kita akan membahas caranya agar berhenti menjadi people pleaser.

Mungkin ada yang menganggap bahwa sikap people pleaser terdengar positif. Namun jika Anda memelihara sifat ini, maka hanya akan membuat Anda merasa lebih rendah daripada orang lain. Tentu saja ada cara berhenti menjadi people pleaser, caranya Anda dapat melakukan langkah berikut ini.

 

#1. Tegas Kepada Diri Sendiri dan Orang Lain

Cara berhenti menjadi people pleaser adalah tanamkan ketegasan dalam diri Anda. Perasaan selalu tidak enakan membuat Anda menjadi people pleaser. Jika kamu dimintai bantuan yang di luar kapasitas atau merugikanmu, tolaklah dengan baik dan jelaskan apa yang membuatmu tidak bisa melakukannya.

 

#2. Pahami Tindakan Anda

Cara berhenti menjadi people pleaser adalah dengan memahami apa yang Anda lakukan. Boleh memang saling membantu, akan tetapi, amatilah, apakah permintaan tersebut sesuai kapasitas Anda atau bukan. Dan meminta maaflah jika memang berbuat salah. Jangan mudah mengucapkan maaf jika kesalahan tersebut bukan Anda yang melakukan. Anda harus memprioritaskan kebahagiaan. Kebahagian bukan hal yang dapat dicari, tapi harus Anda ciptakan.

 

#3. Melepaskan Masa Lalu

Cara berhenti menjadi people pleaser adalah dengan ikhlas melepaskan dan melupakan masa lalu. Karena hampir sebagian mereka yang tidak enakan untuk menolak memiliki trauma masa lalu baik itu penindasan atau bullying.

 

#4. Hargai Diri Anda

Cara berhenti menjadi people pleaser adalah mulai menghargai diri Anda sendiri dan jangan merendahkan diri di hadapan orang lain. Mulailah mencintai diri sendiri, Anda dapat menentukan tindakan tidak hanya untuk menyenangkan orang lain saja, namun untuk kebaikan diri Anda sendiri juga. Anda akan tetap melakukan hal baik untuk membantu orang lain, tanpa mengurangi harga diri Anda sendiri tentunya.

 

#5. Pahami Situasi

Cara berhenti menjadi people pleaser adalah pertajam kepekaan Anda. Berbuat baik memang perlu. Namun, terkadang kebaikan Anda justru dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Kebiasaan menjadi people pleaser Anda justru mempermudah niatan jahat orang lain terhadap diri Anda. Jika ada yang meminta tolong, pahami niatan dan tujuan orang tersebut.

 

#6. Belajar Menolak

Cara berhenti menjadi people pleaser adalah pahami bahwa menolak bukan berarti Anda jahat. Apalagi Anda benar-benar tidak bisa memberikan bantuan, maka tolaklah. Misal ada seorang rekan yang ingin meminjam uang, dan Anda juga sedang membutuhkan, Anda berhak menolaknya. Berikan pengertian bahwa Anda memang benar-benar tidak bisa memberikan bantuan.

Atau misalnya, ada teman yang ingin curhat mengenai masalah pada tengah malam saat Anda sedang terlelap. Anda boleh memintanya untuk menghubunginya besok pagi, saat Anda bisa berkonsentrasi mendengarkannya.

 

#7. Berhenti Overthinking

Cara berhenti menjadi people pleaser adalah berhenti memikirkan yang tidak perlu. Overthinking dapat memperparah kebiasaan people pleaser. Cobalah berpikir secara rasional. Anda berhak untuk menolak jika situasi dan kondisi Anda tidak mendukung. Jangan berpikir yang tidak-tidak, seperti “Apakah dia tersinggung karena tidak dibantu?”. Ingatlah bahwa, orang lain belum tentu memikirkan hal yang sama dengan apa yang Anda pikirkan.

 

Hubungi kami di telepon/WA ke nomor 08112652244 /08112652210 Jika Anda tertarik mengadakan Training SDM.




VIDEO (VLOG) COACH EDWIN


Jangan lewatkan menonton video dari Coach Edwin tentang Life, Spiritual dan Bisnis. Tekan tombol berikut pada video dibawah untuk memilih judul Vlog yang Anda ingin lihat.




Program Kami

 

Jika Anda membutuhkan pembicara terkait motivasi, konsultasi berbagai masalah kehidupan / bisnis, Coach untuk menangani masalah yang Anda hadapi, silahkan konsultasikan kepada kami melalui whatsApp sekarang juga.



Apa Masalah Anda?

WhatsApp