08112652210 / 08112652244 info@akeyodia.com

Pasti diantara kita semua, pernah ada saat di hidupnya mengalami kegagalan dengan sengaja. Anda mengabaikan atau bahkan menyia-nyiakan peluang besar tanpa sepenuhnya memahami mengapa Anda melakukannya. Misalnya memutuskan hubungan tanpa ada kesalahan atau keluar dari pekerjaan yang gajinya besar.  Setelah itu Anda merasa kesulitan sendiri karena keputusan yang sudah Anda buat tadi.

Mungkin akan ada kecenderungan untuk percaya bahwa semua yang terjadi di luar kendali Anda, atau bahwa merasa itu salah orang lain. Namun coba lihat dari dekat, karena semua akan terlihat jelas jika Andalah yang sengaja atau tanpa sadar membuang semuanya. Hal tersebut dinamakan sabotase diri.

Apa itu Sabotase Diri?

Ketika Anda berpikir dan bertindak dengan cara yang secara langsung bertentangan dengan tujuan Anda, maka itulah yang dinamakan sabotase diri. Mungkin suatu ketika Anda merasa bersalah, tetapi malah melakukannya dan menjadikannya kebiasaan, itu juga bentuk sabotase diri. Banyak bentuk sabotase diri, misalnya :

-. Menunda-nunda suatu pekerjaan sampai pada menit terakhir

-. Lebih sering datang terlambat saat ke tempat kerja, ke sekolah, atau janjian

-. Tidak menerima hal-hal yang hanya cukup baik (terlalu perfeksionis)

-. Mengambil tugas atau pekerjaan lebih dari yang bisa ditangani

-. Aktivitas impulsif melukai diri sendiri, judi, narkoba, alkohol, dll

-. Menghalangi riri mencoba hal baru

Meski terlihat tidak masuk akal, orang yang telah menyabotase dirinya rela mengacaukan peluang atau hubungan yang baik, karena itu adalah kelegaan bagi mereka. Mengapa mereka merasa demikian? Karena sabotase diri memberi mereka jalan keluar sementara dan dapat menghindari rasa sakit. Sayangnya dalam jangka panjang, sabotase diri akan membuat lebih banyak masalah.

Sabotase Diri Didorong oleh Ketakutan

 

#1. Ketakutan yang Tidak Terkendali

Terkadang ketika ada peluang besar dalam hidup, Anda harus percaya bahwa ada sistem di luar kendali Anda yang juga akan membantu Anda berhasil. Orang yang menyabotase dirinya adalah dia justru tidak percaya bahwa semuanya akan berhasil, tapi malah memunculkan sabotase diri bahwa semua tidak akan terjadi dan berhasil.

 

#2. Ketakutan Akan Kerja Keras

Mengapa disebut takut akan kerja keras? Karena mereka tidak memiliki kesabaran untuk tantangan atau menunda kepuasan. Mereka tidak dapat menjabarkan tujuan hidupnya dan menjabarkannya menjadi langkah-langkah untuk mencapainya.

 

#3. Ketakutan Akan Kegagalan

Jika Anda pebisnis, maka saat membuka bisnis pertama pasti ada dua hal yaitu sukses atau gagal. Hal tersebut sudah menjadi resiko. Orang yang mensabotase dirinya akan ragu untuk memulai sesuatu, ketika dia akan bisnis maka akan banyak mempertimbangkan hal-hal yang tidak perlu dan akhirnya mengurungkan niatnya.

 

#4. Ketakutan Akan Kesuksesan

Apakah ada orang yang takut sukses? Nyatanya ada orang yang menyabotase dirinya dan takut untuk sukses. Orang tersebut bisa jadi memiliki harga diri rendah, hingga akhirnya merasa tidak berharga. Mereka justru percaya bahwa hal-hal baik itu disediakan untuk orang lain dan bukan untuk Anda.

Mematahkan Sabotase Diri

Meski sabotase diri terkadang menjadi kebiasaan, tetapi yakinlah bahwa hal tersebut bisa dihilangkan. Untuk keluar dari perangkap sabotase diri, Anda perlu melakukan beberapa hal.

 

#1. Mengenali Pemicu

Mulailah untuk belajar mengenali perilaku pemicunya. Ketika Anda sering gagal, temukan hal yang biasanya muncul sebelumnya. Misalnya perilaku yang biasanya muncul adalah menunda-nunda pekerjaan atau menyelesaikan tugas dimenit terakhir.

 

#2. Lakukan Tindakan Nyata

Setelah Anda mengenali pemicunya, ambil langkah-langkah nyata meskipun kecil. Misalnya agar tidak menunda pekerjaan dan menyelesaikannya di menit terakhir, maka tullis daftar. Anda dapat menulis daftar tugas mulai dari yang tersulit sampai yang termudah. Hal tersebut akan menumbuhkan rasa kepercayaan diri dan membantu membangun momentum.

 

#3. Mengubah Pandangan Tentang Kegagalan

Di luar sana, orang sukses menjadikan kegagalan sebagai bagian dari rencana dan tindakan selanjutnya. Karena tidak akan ada orang yang langsung berhasil sempurna setiap saat. Terima umpan balik negatif dan kegagalan yang Anda alami dengan tenang, dan cari nilai pembelajarannya. Hal tersebut akan membantu Anda untuk berkembang.

 

#4. Perluas Pandangan Anda Tentang Kesuksesan

Siapa yang mewajibkan Anda untuk sukses? Sukses adalah pandangan yang subjektif, artinya sukses menurut satu orang dengan yang lainnya itu berbeda. Maka tetapkan tujuan sukses untuk hal yang Anda inginkan dan bukan apa yang orang lain katakan.

 

#5. Buat Citra Diri Positif

Belajarlah untuk bersikap baik pada diri sendiri dan belajarlah memaafkan diri sendiri. Bangun sikap bahwa Anda layak mencapai hal yang baik dan kesuksesan, karena semua orang juga layak.

Sabotase diri adalah hal yang biasa terjadi karena terkadang dilakukan tanpa sadar. Dengan melakukan refleksi, Anda dapat mengambil langkah untuk menghindarinya. Sehingga akan lebih dekat dengan kesuksesan yang sudah Anda rancang.

Hubungi 08112652244 /08112652210, jika Anda tertarik mengadakan in house training dan seminar bersama Akeyodia.

Simak juga pembelajaran: CARA AMPUH UNTUK MENONJOL DI DUNIA KERJA! – Eps 10

 




VIDEO (VLOG) COACH EDWIN


Jangan lewatkan menonton video dari Coach Edwin tentang Life, Spiritual dan Bisnis. Tekan tombol berikut pada video dibawah untuk memilih judul Vlog yang Anda ingin lihat.




Program Kami

 

Jika Anda membutuhkan pembicara terkait motivasi, konsultasi berbagai masalah kehidupan / bisnis, Coach untuk menangani masalah yang Anda hadapi, silahkan konsultasikan kepada kami melalui whatsApp sekarang juga.



Apa Masalah Anda?

WhatsApp
Pusat Pakaian Murah - Jasa Pembuatan Website Solo - Grosir Gamis