08112652210 / 08112652244 info@bisniscoaching.com

 

Kecerdasan Intelektual (Intelligence Quotient) pasti sudah tidak asing lagi ditelinga Anda, Intelligence Quotient atau disingkat IQ sering digunakan untuk mengukur kecerdasan seseorang. Namun apakah hanya Kecerdasan Intelektual saja alat ukurnya? Pada artikel kali ini akan dibahas tentang sejarah alat ukur kecerdasan manusia dan hubungan antar kecerdasan. Diharapkan dengan pengetahuan ini, kita akan lebih bijak untuk memahami karakter dan kemampuan setiap individu yang berbeda-beda.

 

Sejarah Alat Ukur Kecerdasan Manusia

 

Sejarah alat ukur manusia dimulai pada sekitar tahun 1890-an, konsep IQ (Intelligence Quotient) ditemukan oleh Francis Galton. Tetapi pada tahun 1983, Howard Gardner (psikolog dan ahli pendidikan dari Universitas Harvard, AS), merumuskan sebuah teori Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences). Menurutnya Gardner, manusia tidaklah tunggal, tetapi jamak yang setidaknya terdiri dari 9 komponen, yaitu : kecerdasan matematik, linguistik, interpersonal, intrapersonal, musikal, visual, kinetis, naturalis, dan spiritual.

Selanjutnya Keith Beasley, pada tahun 1987 mengemukakan jenis kecerdasan lain yang mempengaruhi kesuksesan seseorang, yaitu EQ (Emotional Quotient). Istilah EQ menjadi popular setelah Daniel Golman mempopulerkannya melalui buku “Emotional Intelligence – Why it can matter more than IQ” pada tahun 1995. Karena semakin berkembang, Danah Zohar (pada tahun 1997) menemukan jenis kecerdasan baru selain IQ dan EQ, yaitu SQ (Spiritual Quotient).  SQ merupakan landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif sehingga bisa mencapai titik maksimalnya, yang dapat berdampak pada kesuksesan dan keberhasilan seseorang.

Tidak sampai disana, akhir-akhir ini dipopulerkan kecerdasan lain yaitu Trancendental Quotient (TQ) yang merupakan pengembangan dari kecerdasan spiritual. TQ merupakan kecerdasan seseorang dalam memaknai hidup dan kehidupannya dalam perspektif  Ketuhanan.

Dari sejarah panjang yang dijabarkan, bisa dikatakan bahwa manusia mempunyai kecerdasan yang jamak.  Setidaknya ada empat kecerdasan utama pada diri manusia, yaitu kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), kecerdasan spiritual (SQ), dan kecerdasan transendental (TQ).

 

Apakah Semua Kecerdasan saling berhubungan?

 

Menurut Goleman, kesuksesan karir seseorang dalam dunia kerja banyak ditentukan oleh kecerdasan emosional (EQ). Menurutnya, kecerdasan emosional (EQ) mempunyai konstribusi sebesar 85%, sementara kecerdasan intelektual (IQ) hanya 15%.

Apabila  kecerdasan intelektual (IQ) adalah parameter kecerdasan kognitif (berpikir), dan kecerdasan emosional (EQ) adalah parameter kemampuan pengendalian rasa (emosi), maka kecerdasan spiritual (SQ) dapat didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk menjadikan dua aspek kecerdasan IQ dan EQ menuju kebijaksanaan dan pemahaman yang mendalam.

Sedangkan kecerdasan transendental (TQ) merupakan kecerdasan tertinggi yang dimiliki manusia sebagai karunia dari Tuhan, diwujudkan dengan kerja cerdas dan kerja ikhlas, serta berbuat kebaikan bagi sesama dalam rangka menggapai kebahagiaan hakiki di dunia dan di akhirat.

Sekarang Anda sudah memahami sejarah panjang tentang kecerdasan manusia, dan ternyata kecerdasan-kecerdasan itu saling terkait. Pada artikel “Sudahkah Anda tahu Apasaja Alat Ukur Kecerdasan Manusia? (Part 2)”, akan dibahas lebih lanjut tentang empat kecerdasan manusia dan mengapa hanya kecerdasan intelektual saja yang digunakan dalam seleksi penerimaan karyawan

Anda ingin melaksanakan assessment test untuk rekrutment karyawan? Langsung saja diskusikan dengan Akeyodia di telepon/WA ke nomor 08112652244 /08112652210.

 

LANJUT PART 2



VIDEO (VLOG) COACH EDWIN


Jangan lewatkan menonton video dari Coach Edwin tentang Life, Spiritual dan Bisnis. Tekan tombol berikut pada video dibawah untuk memilih judul Vlog yang Anda ingin lihat.

playlist VLOG



Program Kami

 

Jika Anda membutuhkan pembicara terkait motivasi, konsultasi berbagai masalah kehidupan / bisnis, Coach untuk menangani masalah yang Anda hadapi, silahkan konsultasikan kepada kami melalui whatsApp sekarang juga.



Apa Masalah Anda?

WhatsApp