Setiap tahun, ribuan pelaku UMKM mengikuti berbagai program pelatihan. Mereka belajar tentang pemasaran digital, pengembangan produk, strategi penjualan, pengelolaan keuangan, hingga cara membangun merek yang lebih kuat. Tidak sedikit pula lembaga pemerintah, perusahaan, perguruan tinggi, maupun komunitas yang menginvestasikan waktu dan sumber daya untuk membantu UMKM berkembang melalui berbagai program pemberdayaan.
Namun ada satu pertanyaan yang menarik untuk direnungkan.
Jika begitu banyak pelatihan telah diberikan, mengapa sebagian UMKM mampu tumbuh pesat sementara sebagian lainnya tetap berjalan di tempat?
Jawabannya sering kali bukan terletak pada kualitas pelatihannya.
Sebagian besar pelaku UMKM sebenarnya sudah mengetahui apa yang perlu dilakukan. Mereka memahami pentingnya promosi digital, kemasan yang menarik, pelayanan yang baik, atau pencatatan keuangan yang rapi. Tantangan terbesar biasanya muncul setelah pelatihan selesai, yaitu pada tahap implementasi.
Pengetahuan memang penting. Namun pertumbuhan usaha tidak terjadi karena pengetahuan semata. Pertumbuhan terjadi ketika pengetahuan tersebut diterapkan secara konsisten dalam aktivitas bisnis sehari-hari. Di sinilah pendampingan memiliki peran yang jauh lebih besar daripada sekadar transfer materi dalam ruang pelatihan.
Mengapa Pertumbuhan UMKM Tidak Terjadi Dalam Semalam?
Banyak orang melihat keberhasilan sebuah UMKM dari hasil akhirnya. Mereka melihat produk yang tampil di pameran nasional, kemasan yang profesional, pemasaran yang rapi, atau peningkatan penjualan yang signifikan.
Yang jarang terlihat adalah proses panjang di balik pencapaian tersebut.
Setiap UMKM memiliki perjalanan yang berbeda. Ada yang memulai dari dapur rumah dengan peralatan sederhana. Ada yang memasarkan produknya secara manual dari satu pelanggan ke pelanggan lain. Ada yang berkali-kali mengubah strategi karena produk yang ditawarkan belum sesuai dengan kebutuhan pasar.
Perjalanan tersebut membutuhkan waktu, pembelajaran, dan ketekunan. Tidak ada satu pelatihan yang secara ajaib mengubah sebuah usaha menjadi sukses dalam hitungan hari. Yang terjadi adalah akumulasi dari berbagai proses belajar, mencoba, gagal, memperbaiki, lalu mencoba kembali.
Karena itu, ketika berbicara tentang UMKM yang naik kelas, yang sebenarnya sedang kita bicarakan adalah proses pertumbuhan jangka panjang. Sebuah perjalanan yang dibangun melalui konsistensi, keberanian untuk berubah, dan dukungan dari ekosistem yang tepat.
Ketika Sebuah Produk Sampai di Panggung Nasional
Pemikiran tersebut kembali terasa ketika Coach Edwin Indarto berkesempatan mengunjungi perhelatan Hari Ulang Tahun Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ke-44 yang diselenggarakan di Kota Solo.
Mengusung tema “Tumbuh Bersama, Majukan Warisan Bangsa”, kegiatan ini menghadirkan berbagai produk unggulan dari seluruh Indonesia. Bagi banyak pelaku UMKM, kesempatan tampil dalam ajang seperti Dekranas bukan sekadar kesempatan berjualan. Lebih dari itu, kehadiran mereka menjadi simbol bahwa usaha yang selama ini dibangun perlahan mulai mendapatkan panggung yang lebih luas.
Di tengah ratusan produk yang dipamerkan, terdapat beberapa nama yang terasa tidak asing.
Pada Stand Dekranasda Kabupaten Simalungun, misalnya, terdapat produk TENIS (Teh Nikmat Sidamanik) dan Kacang Gurih Raihan’s yang turut diperkenalkan kepada pengunjung. Kedua UMKM tersebut sebelumnya pernah mengikuti berbagai program pengembangan yang difasilitasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, tempat Coach Edwin turut terlibat dalam proses pengembangan kapasitas pelaku usaha.
Selain itu, kunjungan ke area pameran juga mempertemukan kembali dengan beberapa pelaku UMKM yang pernah berinteraksi dalam kegiatan webinar maupun program pengembangan usaha lainnya, termasuk pelaku usaha yang tergabung dalam ekosistem UMKM binaan Inalum.
Melihat kembali wajah-wajah yang pernah berproses bersama memberikan perspektif yang menarik. Yang terlihat bukan hanya produknya, tetapi juga perjalanan yang telah mereka tempuh.
Yang Bertumbuh Bukan Hanya Produknya
Ketika berbicara tentang perkembangan UMKM, banyak orang langsung fokus pada aspek fisik seperti kemasan, desain produk, atau peningkatan penjualan. Padahal perubahan yang paling penting sering kali terjadi pada hal yang tidak terlihat. Yang bertumbuh bukan hanya produknya. Yang bertumbuh adalah pola pikir pemilik usahanya. Keberanian untuk mencoba pasar baru. Kemauan untuk menerima masukan. Kesediaan untuk belajar teknologi yang sebelumnya terasa asing. Kemampuan melihat tantangan sebagai peluang untuk berkembang.
Dalam banyak program pengembangan UMKM, perubahan terbesar justru terjadi ketika pelaku usaha mulai mengubah cara pandangnya terhadap bisnis yang dijalankan. Mereka tidak lagi melihat usahanya sekadar sebagai aktivitas mencari penghasilan harian, tetapi sebagai organisasi yang perlu terus dikembangkan agar mampu memberikan manfaat yang lebih besar.
Perubahan pola pikir inilah yang kemudian mendorong perubahan-perubahan lain. Ketika mindset berkembang, pelaku usaha menjadi lebih terbuka terhadap inovasi. Mereka lebih berani memperbaiki produk, mencoba strategi pemasaran baru, membangun merek, serta memperluas jaringan usaha.
Pendampingan Lebih Penting daripada Pelatihan
Pelatihan memberikan pengetahuan. Namun pendampingan membantu menciptakan perubahan. Perbedaan ini sangat penting untuk dipahami.
Dalam sebuah pelatihan, peserta biasanya mendapatkan berbagai wawasan baru dalam waktu yang relatif singkat. Mereka memperoleh ide, strategi, dan inspirasi untuk mengembangkan usaha. Akan tetapi, setelah kembali ke aktivitas sehari-hari, tantangan yang sesungguhnya baru dimulai.
Bagaimana menerapkan strategi tersebut?
Apa yang harus dilakukan terlebih dahulu?
Bagaimana menghadapi hambatan ketika implementasi tidak berjalan sesuai rencana?
Pertanyaan-pertanyaan seperti inilah yang sering menjadi alasan mengapa banyak pelaku usaha kesulitan menerapkan hasil pelatihan.
Pendampingan hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Melalui proses pendampingan, pelaku usaha mendapatkan ruang untuk berdiskusi, mengevaluasi perkembangan usaha, mengidentifikasi hambatan, dan menemukan solusi yang lebih sesuai dengan kondisi mereka.
Karena itu, pertumbuhan UMKM yang berkelanjutan biasanya tidak lahir dari satu pelatihan besar. Pertumbuhan tersebut lahir dari serangkaian proses belajar yang terus diperkuat melalui pendampingan yang konsisten.
UMKM yang Kuat Membutuhkan Ekosistem yang Kuat
Keberhasilan UMKM juga tidak dapat dilepaskan dari kualitas ekosistem yang mendukungnya.
Pelaku usaha membutuhkan akses terhadap pasar, pembiayaan, pelatihan, teknologi, jejaring, dan berbagai bentuk dukungan lainnya. Tidak ada satu pihak pun yang dapat menjalankan seluruh fungsi tersebut sendirian.
Pemerintah memiliki peran dalam menciptakan kebijakan dan program pemberdayaan. Lembaga keuangan membantu membuka akses permodalan. Perguruan tinggi berkontribusi melalui penelitian dan pengembangan. Komunitas menjadi ruang belajar bersama. Sementara lembaga pendamping membantu memastikan bahwa berbagai program tersebut benar-benar memberikan dampak bagi pelaku usaha.
Dekranas menjadi salah satu contoh bagaimana kolaborasi tersebut dapat diwujudkan. Melalui kegiatan yang mempertemukan berbagai pihak dalam satu ruang, UMKM memperoleh kesempatan untuk belajar, memperluas jaringan, serta memperkenalkan produknya kepada pasar yang lebih luas.
Pertumbuhan UMKM pada akhirnya bukan hasil kerja individu semata, melainkan hasil dari kolaborasi berbagai pihak yang memiliki tujuan yang sama.
Tumbuh Bersama untuk Masa Depan UMKM Indonesia
Tema “Tumbuh Bersama, Majukan Warisan Bangsa” tidak hanya relevan bagi Dekranas, tetapi juga mencerminkan esensi dari pengembangan UMKM itu sendiri.
UMKM tidak bertumbuh sendirian. Mereka tumbuh bersama pelanggan, komunitas, pendamping, pemerintah, dan berbagai pihak yang percaya bahwa usaha kecil memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi bagi perekonomian bangsa.
Melihat kembali produk-produk UMKM yang pernah berproses dalam berbagai program pengembangan menjadi pengingat bahwa perubahan memang membutuhkan waktu. Namun ketika pembelajaran, pendampingan, dan kolaborasi berjalan secara berkelanjutan, pertumbuhan bukan lagi sekadar harapan.
Ia menjadi sesuatu yang nyata.
Dan mungkin, itulah pelajaran terbesar yang dapat dipetik dari perjalanan banyak UMKM Indonesia yang terus bergerak naik kelas dari waktu ke waktu.
Tentang Akeyodia
Akeyodia merupakan konsultan pengembangan SDM dan organisasi dengan pendekatan People & System Alignment. Melalui pelatihan, coaching, mentoring, dan pendampingan bisnis, Akeyodia membantu individu, organisasi, dan UMKM membangun kapasitas yang dibutuhkan untuk tumbuh secara berkelanjutan.
Kami percaya bahwa pertumbuhan tidak hanya lahir dari pengetahuan, tetapi juga dari proses implementasi yang konsisten. Karena itu, setiap program Akeyodia dirancang untuk membantu peserta tidak hanya belajar, tetapi juga bertumbuh melalui perubahan yang nyata dan berkelanjutan.




