08112652210 / 08112652244 info@bisniscoaching.com

Tahukah Anda bagaimana pola pikir seorang miliarder yang sebenarnya jarang kita ketahui? Mungkin Anda juga ingin menuju ke sana. Kali ini ada tiga hal yang akan kami bagi dengan Anda. Tiga hal yang juga selalu ditanamkan dalam setiap seminar maupun workshop.

 

1. Tanamkan tentang konsep Iman – Sehat – Makmur yang Benar

Pada point awal yang kami tekankan adalah tentang bagaimana kita memiliki “keimanan yang benar dalam hidup”. Yang kedua, tentang bagaimana Anda “menjaga kesehatan yang benar dalam hidup”. Mengapa demikian? Karena iman adalah nikmat dari Tuhan kita, dan karena hanya dengan kondisi sehatlah kita dapat menjalani aktivitas dengan baik. Yang ketiga, baru Anda dapat berbicara tentang kemakmuran.

Sebagai contoh sederhana, jika Anda beriman, Anda sehat , tetapi tidak makmur, yang terjadi malah hanya berkeluh kesah.

Jika punya iman, tidak sehat, tapi makmur, apa yang terjadi? Bisa saja orang tersebut punya uang berlimpah, perusahaan di mana mana, sayangnya selalu sakit-sakitan dan hidupnya di ICU.

Namun jika tidak punya iman, tapi orangnya sehat dan makmur. Apa yang bakal terjadi? Pasti ada niat untuk berbuat maksiat.

Sehingga hal yang perlu ditekankan adalah : keimanan yang benar adalah hal utama, karena itulah yang akan membuat kita hidup tenang. Yang kedua adalah kesehatan, karena kesehatan adalah anugerah terbesar kedua setelah iman. Yang ketiga baru Anda mencapai kemakmuran.

2. Milikilah Ilmu dan Pantaskan Diri Anda

Satu hal yang perlu kita pahami bersama, carilah imu yang baik setiap saat dan selalulah pantaskan diri Anda. Yakinkan Tuhan YME, bahwa Anda mampu dan pantas untuk meraih impian Anda.

Pahami dulu semuanya kemudian pantaskan diri Anda atas apapun yang Anda minta. “Bagaimana caranya untuk pantas coach?” Pahami dulu ilmunya. Kalau Anda tidak memahami ilmunya bagaimana mau memantaskan diri?

3. Tanamkan Bahwa Anda Dilahirkan untuk Menjadi Besar

Berpikirlah bahwa Anda dilahirkan untuk menjadi orang sukses, agar membuat daya pikir Anda menjadi kritis. Anda harus menanamkan kepercayaan ke dalam diri, dan melatih pikiran untuk percaya bahwa akan menang, dengan kemampuan Anda.

Perhatikan perilaku miliarder seperti Steve Jobs, Bill Gates, Warren Buffet, dan lainnya, Mereka selalu berpikir bagaimana membuat segala sesuatunya menguntungkan kedua  belah pihak dalam bisnis. Pelajaran besar adalah memikirkan yang terbaik dari semua orang yang bekerja dengan Anda, bukan hanya diri Anda sendiri.

4. Berfikir Inovatif dan Menghargai Orang Lain

Berpikir seperti seorang miliarder adalah tentang memunculkan ide-ide besar yang inovatif, kuncinya adalah membuat ide-ide itu bekerja. Jadi tidak hanya ide yang hanya sebuah wacana.

Jangan pernah mengabaikan ide atau saran apa pun dari keluarga, teman, maupun rekan kerja Anda. Anda tidak pernah tahu apa yang bisa berpotensi menjadi hal besar berikutnya, ide Anda atau malah tambahan ide dari mereka.

Siapa pun tentu bermimpi menjadi miliarder. Bahkan tidak sedikit mereka yang menunggu datangnya keberuntungan ke dalam hidupnya untuk menjadi seorang miliarder, lantaran menyadari bahwa dirinya tidak memiliki kapasitas dan kualitas untuk menjadi miliarder.

Sementara bagi sebagian orang yang realistis, mereka menganggap harus membuat sebuah perusahaan dulu untuk menjadi miliarder. Tentunya dengan waktu yang lama dan kerja keras yang luar biasa. Tapi bukankah banyak jalan untuk menjadi miliarder?
Kami yakin Anda salah satunya.

Silakan hubungi kami di telepon/WA ke nomor 08112652244 /08112652210, jika Anda tertarik mendapatkan pendampingan oleh seorang coach.



VIDEO (VLOG) COACH EDWIN


Jangan lewatkan menonton video dari Coach Edwin tentang Life, Spiritual dan Bisnis. Tekan tombol berikut pada video dibawah untuk memilih judul Vlog yang Anda ingin lihat.

playlist VLOG



Program Kami

 

Jika Anda membutuhkan pembicara terkait motivasi, konsultasi berbagai masalah kehidupan / bisnis, Coach untuk menangani masalah yang Anda hadapi, silahkan konsultasikan kepada kami melalui whatsApp sekarang juga.



Apa Masalah Anda?

WhatsApp