08112652210 / 08112652244 info@bisniscoaching.com

Menjual adalah tentang bagaimana Anda membangun hubungan kepercayaan. Dan salah satu cara membangun hubungan kepercayaan adalah dengan menemukan kesamaan. Untuk meraihnya, Anda dapat melakukannya sendiri, bisa dengan tim penjualan, atau dengan sales person Anda. Namun apakah mereka memiliki teknik menjual yang baik dan mampu membangun hubungan kepercayaan?

Sehebat dan sebagus apa pun produk yang Anda miliki, semuanya akan sia-sia apabila tim penjualan, atau sales person Anda tidak menguasai product knowledge. Sales person juga harus belajar melakukan teknik menjual namun tidak terkesan berjualan. Sebab banyak calon pelanggan yang tidak suka jika dipaksa membeli. Dari sinilah Anda perlu kemampuan mempengaruhi yang disebut Covert Selling.

 

Jualan itu Unik

Strategi Covert Selling atau penjualan terselubung merupakan teknik menjual tanpa terlihat seperti sedang berjualan. Kenapa disebut penjualan terselubung? Sebab, sales person selaku penjual lebih bertindak sebagai konsultan penjualan. Sales person akan berperilaku selayaknya konsultan yang memberikan rekomendasi atau saran bermanfaat kepada calon pembeli.

Sebagai contoh, Anda sebagai pemilik toko baju akan memberikan rekomendasi baju yang sesuai untuk calon pembeli. Anda juga dapat menjelaskan tren yang cocok, bahan material baju, kualitas, serta harga yang harus dibayar.

Dengan begitu, calon pembeli dapat memutuskan apakah dia sudah mendapatkan produk yang tepat atau belum. Dengan mengetahui keinginan pelanggan secara tepat dan dapat terbangun sebuah kepercayaan, besar kemungkinan akan terjadi transaksi dengan calon pembeli.

Strategi Covert Selling mendorong Anda untuk mampu mempromosikan atau memperkenalkan produk secara efektif tanpa terkesan memaksa. Lalu bagaimana menguasai strategi tersebut?

1. Product Knowledge

Anda atau tim penjual Anda harus belajar atau setidaknya memiliki pengetahuan yang luas akan produk yang dijual. Selain itu, perlu juga untuk mempelajari bagaimana kompetitor mempromosikan produk-produk mereka. Mulai dari bagaimana penawaran yang diberikan, kelebihan serta kekurangan produknya.

2. Good Attitude

Dalam berkomunikasi dengan pelanggan, pastikan untuk tetap santai dan tenang dalam. Anda sedang memperkenalkan produk Anda kepada pelanggan yang ingin memenuhi kebutuhannya. Mungkin saja mereka banyak bertanya karena mereka benar-benar tidak tahu. Tetap berikan penjelasan dengan ramah sehingga mereka nyaman dan dapat memutuskan membeli barang dari Anda karena memang membutuhkan.

3. Conversation Outline

Anda tentu akan memiliki persepsi bagaimana pelanggan Anda nantinya akan menanggapi pertanyaan saat pelayanan. Apakah pelanggan akan menghindari percakapan? Atau justru malah intens bertanya ketika Anda sedang menawarkan produk atau jasa tersebut? Untuk itu, cobalah membuat Conversation Outline atau kerangka percakapan yang berupa pertanyaan sebelum mulai melakukan promosi kepada pelanggan. Berlatihlah di depan cermin agar Anda lebih lancar saat menjelaskan pada calon pelanggan. Inti dari Conversation Outline adalah sebagai berikut :

-. Meminta Izin : Sebelum mulai promosi, minta izin terlebih dahulu kepada calon pelanggan apakah mereka memiliki waktu untuk berbincang dengan Anda.

-. Jika “Tidak” :  tawarkan dukungan lainnya yang dapat bermanfaat di masa mendatang. Misalnya berikan kartu nama atau flayer yang dapat mereka hubungi saat membutuhkan.

-. Jika “Iya” : Anda dapat mengajukan pertanyaan selanjutnya.

-. Tepat dan Santai : Lakukan proses tanya jawab dengan tenang, profesional, dan santai. Tujuannya agar pelanggan lebih terbuka untuk menerima tawaran bantuan dari Anda.

4. Questions and Giving Suggestion

Anda dapat bertanya “Halo, saya akan mengajukan pertanyaan kepada Anda tentang produk ini, apakah punya waktu 2 menit saja?”. Jika calon pelanggan setuju, maka ajukan pertanyaan misalnya, “Apa harapan Anda terhadap produk kami agar bisa membantu Anda lebih banyak?” atau yang lainnya.

Setelah Anda memahami apa yang diharapkan pelangggan, Anda juga dapat memberikan saran kepada mereka. Misalnya, “Menurut saya, Anda dapat memilih ikat pinggang dengan warna netral seperti hitam, coklat atau krem. Misalnya seperti Ikat pinggang A dan B ini. Alasannya karena warna ini gampang dipadukan dengan warna celana apa pun.”

Di sini Anda perlu mengidentifikasi perbedaan setiap produk, sehingga dapat memberikan saran yang sesuai dengan prioritas pelanggan. Itulah mengapa, wawasan yang luas sangat penting dalam menerapkan teknik Covert Selling.

Masih ada banyak strategi Covert Selling yang dapat Anda pelajari. Baca juga artikel lanjutan “Covert Selling – Menjual Tanpa Terlihat Seperti Menjual #Part 2” agar Anda lebih mahir menggunakan strategi Covert Selling.

Program Pelatihan Akeyodia

Silakan hubungi kami di telepon/WA ke nomor 08112652244 /08112652210, jika Anda tertarik mengadakan Training untuk Perusahaan/Instansi/Sekolah, Pelatihan untuk Masa Persiapan Pensiun, Seminar motivasi, 1 on 1 life coaching, 1 on 1 business coaching, konsultasi pribadi, dan seminar online.



VIDEO (VLOG) COACH EDWIN


Jangan lewatkan menonton video dari Coach Edwin tentang Life, Spiritual dan Bisnis. Tekan tombol berikut pada video dibawah untuk memilih judul Vlog yang Anda ingin lihat.

playlist VLOG



Program Kami

 

Jika Anda membutuhkan pembicara terkait motivasi, konsultasi berbagai masalah kehidupan / bisnis, Coach untuk menangani masalah yang Anda hadapi, silahkan konsultasikan kepada kami melalui whatsApp sekarang juga.



Apa Masalah Anda?

WhatsApp