08112652210 / 08112652244 info@akeyodia.com

Bukan hal mudah mempertahankan bisnis keluarga maupun mengembangkannya. Jika strateginya tepat maka akan berkembang dan jika salah strategi maka bisnis keluarga yang sudah dibangun lama akan mudah hancur. Namun bukan berarti cara lama yang digunakan untuk mempertahankan bisnis keluarga bisa selalu dapat digunakan.

Banyak pertimbangan yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah perkembangan dunia bisnis dan tren pasar. Berikut adalah beberapa PR yang perlu dikerjakan untuk mempertahankan bisnis keluarga.

 

Perencanaan yang Strategis

Dalam mempertahankan bisnis keluarga, yang memiliki perencanaan suksesi jangka panjang yang strategislah yang mampu bertahan dan berkembang. Kemampuan perencanaan yang dilakukan oleh penerus atau pimpinan perusahaan sangat menentukan kesuksesan bisnis keluarga di masa depan.

Sebab pada prosesnya, perusahaan perlu membuktikan kepada karyawan non-keluarga bahwa pemimpin barunya memiliki kemampuan yang baik dan bukan sekedar mendapatkan posisi karena koneksi keluarga. Dengan begitu, karyawan non-keluarga akan menaruh kepercayaan kepada pemimpin barunya dalam usaha mewujudkan tujuan perusahaan.

 

Pengelolaan secara Objektif

Guna mempertahankan bisnis keluarga, Anda sebaiknya tidak menempatkan semua keluarga dalam pengelolaan perusahaan. Umumnya bisnis keluarga yang mampu bertahan adalah bisnis keluarga yang memiliki susunan dewan khusus. Susunan dewan khusus tersebut terdiri dari gabungan antara keluarga dan profesional. Susunan ini dibuat untuk menjaga objektivitas perusahaan agar tetap terjaga.

 

Penggunaan Merek

Dalam mempertahankan bisnis keluarga, pemilihan dan penggunaan merek sangat berpengaruh. Bisnis keluarga berarti juga memanfaatkan merek atau nama baik keluarga untuk keuntungan perusahaan. Merek atau nama baik keluarga juga memiliki nilai plus, sebab umumnya bisnis keluarga lebih dipercaya oleh konsumen.

Kepercayaan tersebut hendaknya mampu dipertahankan dengan proses dan strategi yang profesional. Ketika terjadi perselisihan internal yang melibatkan perubahan merek, hal yang selanjutnya terjadi adalah rusaknya nama baik merek dan mempengaruhi pasar.

 

Visi Kedepan

Mempertahankan bisnis keluarga tidak hanya sekedar melanggengkan aturan lama. Sayangnya kebanyakan bisnis keluarga bersifat konservatif dalam menangkap peluang. Masih banyak yang cenderung menjaga perusahaan dari hutang dan menghemat pengeluaran agar keadaan tetap bertahan.

Padahal jika ada visi kedepan yang jelas, maka bisnis keluarga bisa memanfaatkan peluang yang menguntungkan. Hal ini terjadi karena bisnis keluarga memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang karena sudah memiliki pasar sendiri. Bisnis keluarga sendiri nyatanya sudah memiliki value, motivasi pekerja, dan kepemimpinan yang disudah tertanam lama. Namun hal itu tidak membuat bisnis keluarga berkembang ketika memiliki kemampuan inovasi rendah karena terlalu berpusat pada internal.

 

Beradaptasi

Sudah disinggung sebelumnya jika mempertahankan bisnis keluarga itu mudah jika memiliki visi kedepan. Kebanyakan, kebangkrutan bisnis baik bisnis keluarga atau bisnis non keluarga utamanya disebabkan oleh ketidakmampuan mereka dalam menghadapi kontraksi ekonomi, perubahan drastis (rapid change), dan disrupsi.

Dapat dilihat bahwa beberapa tahun yang lalu banyak transportasi konvensional yang satu per satu berguguran karena kurang strategi dalam menghadapi gempuran transportasi berbasis online.

Untuk itu, seyogyanya sebuah bisnis keluarga mampu menghilangkan batasan-batasan yang menghalanginya untuk mereka terus berinovasi. Matinya perusahaan-perusahaan yang kurang mampu beradaptasi menunjukan terjadinya industry life cycle. Artinya terjadi rangkaian evolusi sebuah industri seiring berjalannya waktu, mencakup start up (tahap pengenalan), growth (pertumbuhan), maturity (kematangan), dan decline (penurunan).

Sayangnya, setiap perusahaan mengalami kecepatan yang berbeda dalam melalui tahap-tahap tersebut. Hal ini juga dipengaruhi oleh adanya disrupsi teknologi serta ekonomi yang berkembang pesat sehingga banyak yang mengalami akselerasi menuju penurunan.

 

Kolaborasi

Dalam mempertahankan bisnis keluarga, pimpinan harus mampu menyatukan dan menjaga sumber daya manusia yang ada di perusahaan. Terutama terkait bagaimana anggota keluarga mampu berkontribusi terhadap perusahaan, mengambil peluang, dan berkolaborasi dengan semua tim yang non keluarga.

 

Pengelolaan Finansial yang Transparan

Mempertahankan bisnis keluarga juga tergantung pada bagaimana pengelolaan finansial yang transparan. Meski bisnis keluarga sangat bergantung pada adanya kesatuan keluarga, namun keberhasilan finansial dan dukungan dari setiap tim juga menjadi pertimbangan penting.

Perusahaan keluarga yang bisa bertahan adalah yang dijalankan dengan penuh pemahaman setiap anggota bahwa perusahaan harus terus sukses dan bermanfaat untuk generasi-generasi selanjutnya.

Untuk itu perlu adanya kolaborasi antara keluarga yang memiliki keinginan kuat untuk maju, pengelola yang melibatkan profesional non keluarga, dan pengelolaan finansial yang transparan dan jelas.

Itulah beberapa hal yang perlu dikerjakan untuk mempertahankan bisnis keluarga. Sudah sepantasnya bahwa sebuah bisnis keluarga hendaknya mampu memberikan manfaat, baik kepada keluarga, karyawan non keluarga, konsumen, dan masyarakat sekitar.

bisnis keluarga




VIDEO (VLOG) COACH EDWIN


Jangan lewatkan menonton video dari Coach Edwin tentang Life, Spiritual dan Bisnis untuk mendapatkan manfaatnya.


pelatihan pikiran bawah sadar

Program Kami

 

Jika Anda membutuhkan pembicara terkait motivasi, konsultasi berbagai masalah kehidupan / bisnis, Coach untuk menangani masalah yang Anda hadapi, silahkan konsultasikan kepada kami melalui whatsApp sekarang juga.



Apa Masalah Anda?




WhatsApp