08112652210 / 08112652244 info@bisniscoaching.com

Monkey business atau dapat diartikan secara harfiah sebagai bisnis monyet, sebenarnya lebih menitikberatkan pada istilah yang diambil dengan memperlihatkan sikap monyet yang saat dia sudah mendapatkan keuntungan seperti makanan kemudian dia akan lari atau kabur. Monkey business juga dapat diartikan sebagai strategi bisnis yang bertujuan untuk merugikan orang lain dengan cara meningkatkan keuntungan bagi diri sendiri walaupun dengan penipuan. Monkey business tergolong atau bisnis kotor yang tidak boleh dilakukan oleh para pengusaha.

Saat ini, tulisan mengenai munculnya Teori Monkey business banyak sekali dibagikan dan diposting ulang oleh netizen. Tujuannya adalah untuk mengingatkan bahaya yang mungkin mengintai di balik meroketnya sejumlah harga tanaman hias dan juga hewan peliharaan lain yang sedang booming saat ini.

 

Fenomena Janda Bolong

Tanaman dengan nama latin Monstera atau di Indonesia sendiri, lebih sering dikenal dengan sebutan Janda Bolong belakangan ini menjadi topik yang sangat popular dibahas.

Apalagi ada pemberitaan yang menyebut bahwa harga tanaman hias ini melejit dengan nominal yang luar biasa, hingga membuat sebagian orang tidak percaya. Harga tanaman Janda Bolong ada yang tembus hingga 100 juta rupiah. Angka yang bagi kebanyakan orang, apalagi di masa krisis seperti ini tentu sangat berarti.

Harga Janda Bolong naik tajam karena jumlah permintaan yang begitu banyak, namun tidak diimbangi dengan jumlah budidaya tanaman tersebut. Ada banyak jenis Tanaman Janda Bolong, namun tentu ada beberapa jenis dari tanaman Janda Bolong yang dihargai sangat tinggi, diantaranya Monstera Andasonii, Monstera Abliqua, dan Monstera Deliciosa.

Dari informasi yang beredar, selain memang dijadikan sebagai tanaman hias, tanaman Janda Bolong ternyata memiliki manfaat lainnya. Jika dari sisi Kesehatan, salah satu manfaatnya adalah tanaman ini mampu memperbaiki kualitas udara yang ada di dalam ruangan. Sayangnya, dibalik tingginya harga tanaman Janda Bolong ini, diiringi juga oleh tulisan lama mengenai Monkey business yang viral di media sosial.

Tulisan Viral Tentang Teori Monkey Business

Di suatu desa, ada orang kaya raya yang mengumumkan akan membeli monyet dengan harga Rp. 50,000,- per ekor. Padahal monyet di sana awalnya sama sekali tidak ada harganya, karena jumlahnya yang banyak dan kerap dianggap sebagai hama pemakan tanaman dan buah-buahan.

Penduduk desa yang menyadari bahwa banyak monyet disekitar desa kemudian mulai masuk hutan dan menangkapi monyet itu satu persatu.

Selanjutnya, orang kaya tersebut membeli ribuan ekor monyet dengan harga Rp 50,000,- . Karena penangkapan yang dilakukan secara besar-besaran itu, akhirnya monyet-monyet semakin sulit dicari. Penduduk desa-pun menghentikan usahanya untuk menangkapi monyet-monyet tersebut.

Namun, orang kaya itupun sekali lagi kembali, dengan mengumumkan akan membeli monyet dengan harga Rp 100,000 per ekor. Tentu hal ini memberi semangat dan harapan besar bagi penduduk desa untuk mulai menangkapi monyet lagi. Tidak butuh waktu lama, jumlah monyet pun semakin sedikit dari hari ke hari dan semakin sulit dicari, kemudian penduduk pun kembali ke aktifitas seperti biasanya, yaitu bertani.

Karena sekarang monyet telah langka, harga monyet meroket naik hingga Rp 150.000,- untuk satu ekornya. Tetapi tetap saja monyet sudah sangat sulit untuk dicari.

Sekali lagi orang kaya datang dan mengumumkan kepada penduduk desa bahwa ia akan membeli monyet dengan harga Rp 500,000,- per ekor! Namun, karena dia harus pergi ke kota karena urusan bisnis, asisten pribadinya akan menggantikan sementara atas namanya.

Dengan tidak adanya kehadiran orang kaya tadi, Asisten pun berkata pada penduduk desa : “Lihatlah monyet-monyet yang ada di kurungan besar yang dikumpulkan oleh orang kaya itu. Saya akan menjual monyet-monyet itu kepada kalian dengan harga Rp 350,000,- / ekor dan saat orang kaya itu nanti kembali, kalian dapat menjualnya lagi kembali kepadanya dengan harga Rp 500,000,-, Bagaimana?”

Akhirnya, penduduk desa mengumpulkan uang simpanan mereka, menjual aset bahkan melakukan pinjaman ke bank, untuk membeli semua monyet yang ada di kurungan.

Dan yang terjadi selanjutnya adalah…..

Penduduk desa tidak pernah lagi melihat orang kaya tadi, maupun asistennya di desa itu!

Apa Kesimpulannya?

Dari cerita di atas, begitulah yang dikatakan orang-orang sebagai Teori Monkey Bussiness. Hati-hati, jangan sampai Anda ikut terjebak. Sebelum fenomena tanaman hias Janda Bolong ini, tentu Anda juga ingat fenomena yang tidak kalah fantastik seperti Batu Akik, Tanaman Gelombang Cinta, Burung Love Bird, Tokek dan masih banyak lagi.

Strategi ini biasanya dilengkapi juga dengan pemberitaan luar biasa, bahkan ada pameran, seminar dan event besar dengan menampilkan tanaman dengan harga yang menggiurkan sehingga masyarakat banyak yang tertarik untuk ikut terlibat di dalamnya.

Anda harus tahu mana prioritas dan mana yang bukan prioritas di era pandemi ini. Boleh saja Anda ikut bermain jika Anda memang pecinta tanaman hias, namun mengingat fenomena Monkey business yang sering terjadi di Indonesia, maka tidak ada salahnya jika Anda tetap berhati-hati.

Mengenal Program Kami?

Silakan hubungi kami di telepon/WA ke nomor 08112652244 /08112652210, jika Anda tertarik mengadakan Training, Seminar motivasi, 1 on 1 life coaching, 1 on 1 business coaching, konsultasi pribadi, dan seminar online.



VIDEO (VLOG) COACH EDWIN


Jangan lewatkan menonton video dari Coach Edwin tentang Life, Spiritual dan Bisnis. Tekan tombol berikut pada video dibawah untuk memilih judul Vlog yang Anda ingin lihat.

playlist VLOG



Program Kami

 

Jika Anda membutuhkan pembicara terkait motivasi, konsultasi berbagai masalah kehidupan / bisnis, Coach untuk menangani masalah yang Anda hadapi, silahkan konsultasikan kepada kami melalui whatsApp sekarang juga.



Apa Masalah Anda?

WhatsApp