08112652210 / 08112652244 info@bisniscoaching.com

Geliat investasi saham di pasar modal semakin meningkat. Namun pasar keuangan di Indonesia dihebohkan dengan munculnya fenomena investasi saham oleh investor baru dengan menggunakan ‘uang panas’. Uang panas disini adalah uang yang mereka dapatkan baik dengan hutang maupun menggadaikan aset yang mereka miliki.

Sehingga saat merugi, dia sendirilah yang kalang kabut. Padahal jika ingin mulai investasi atau trading, Anda dapat menggunakan uang dingin. Uang dingin adalah uang yang disisihkan dari awal untuk investasi tanpa menganggu kebutuhan penting lainnya.

Permasalahan ini telah muncul di platform media sosial dan sedang ramai diperbincangkan. Para investor baru tersebut membeli saham dengan ‘uang panas’ sehingga mengalami banyak kerugian. Saham-saham yang tadinya dinilai membawa keuntungan karena harganya meroket, lama kelamaan turun dan membuat para investor baru ini mengalami masalah dan tidak dapat mengembalikan uang yang sudah diinvestasikannya.

Banyak investor baru yang mengeluh. Berikut fakta menarik dari kasus yang ramai diperbincangkan akhir-akhir ini.

 

#1. Hutang dan Menggunakan Uang Orang Lain

Minat masyarakat Indonesia terhadap investasi di pasar modal memang semakin tinggi. Menariknya penambahan jumlah investor ritel di pasar modal Indonesia didominasi oleh kalangan milenial. Sayangnya penambahan jumlah investor ini sepertinya tidak disertai dengan edukasi.

Muncul fenomena investor yang membeli saham menggunakan uang panas. Mulai dari hutang pinjaman online, menggunakan uang arisan PKK, uang modal nikah, hingga menggadaikan surat tanah dan BPKB.

Fenomena ini dipermudah dengan hadirnya sentuhan dari teknologi. Mulai dari pinjam uang, gadai, buka rekening, sampai jual beli saham juga bisa dilakukan secara online. Kebetulan saat pandemi banyak orang yang tinggal di rumah dan berusaha mencari penghasilan tambahan.

Padahal menggunakan uang panas sebagai modal investasi memiliki resiko yang cukup besar. Contohnya saja, jika Anda menggunakan uang dari hutang ke pinjaman online (pinjol) untuk membeli saham. Ini sama saja Anda menambah dua kali lipat risiko investasi. Sebab saham merupakan instrumen investasi yang memiliki risiko tinggi, sedangkan hutang melalui pinjol juga memiliki risiko dari sisi bunga yang tidak kecil.

#2. Terpengaruh Publik Figur

Para public figur dan influencer juga turut andil dalam munculnya fenomena ini. Dengan mereka yang ramai memamerkan portofolio, maka membuat orang-orang tergiur untuk mengikutinya. Orang-orang mulai tertarik untuk menjadi investor baru dan menilai investasi di pasar modal merupakan hal yang mudah. Fenomena ini juga menjadi bukti minimnya edukasi terhadap para investor dadakan. Para investor pemula menilai pasar saham merupakan jalan pintas untuk menambah hartanya. Apalagi memang beberapa bulan terakhir pasar modal Indonesia tengah rebound setelah anjlok di awal pandemi.

#3. Menjadi Sasaran Bandar

Di dalam pasar saham ada yang namanya bandar. Bandar sendiri sebenarnya dibutuhkan dalam sebuah saham agar membuat saham itu tetap sehat. Namun sayangnya ada bandar yang berubah wujud menjadi bandit.

Memang, “Bandar itu belum tentu bandit. Bandit itu ya kalau dia bilang jual ternyata dia malah beli, atau dia bilang beli ternyata dia malah jual,” (kata Ryan Filbert – penulis buku Bandarmology)

Bagi seorang bandit, untuk menggerakkan sebuah saham itu sangatlah mudah. Ada tiga unsur yang dibutuhkan untuk menggerakkan saham, yaitu :

Pertama : Memiliki uang dalam jumlah yang sangat banyak. Uang itu tentu untuk membeli saham tersebut.

Kedua : Memegang saham dalam jumlah yang sangat banyak, apalagi jika menjadi pengendali.

Ketiga : Memiliki massa yang sangat banyak, dalam artian bisa memberikan pengaruh kepada investor dalam jumlah yang besar.

Untuk urusan massa, dia dapat membayar orang yang memiliki pengaruh luas di media sosial seperti public figur dan influencer. Ketika massa dari para public figur dan influencer terpengaruh dan membeli saham tertentu, maka bandit tinggal melepas saham sesuai harga yang dia inginkan.

Ada baiknya para investor baru yang menggunakan ‘uang dingin’ untuk berinvestasi. Mereka juga perlu belajar bagaimana cara untuk berinvestasi di saham dan alokasi dana seperti apa yang dapat digunakan untuk penempatan dana di aset berisiko seperti saham.

 

Program Pelatihan Akeyodia

Silakan hubungi kami di telepon/WA ke nomor 08112652244 /08112652210, jika Anda tertarik mengadakan Training untuk Perusahaan/Instansi/Sekolah, Pelatihan untuk Masa Persiapan Pensiun, Seminar motivasi, 1 on 1 life coaching, 1 on 1 business coaching, dan konsultasi pribadi. Kami juga menyediakan jasa pelatihan secara online, konsultasi online dan seminar online.




VIDEO (VLOG) COACH EDWIN


Jangan lewatkan menonton video dari Coach Edwin tentang Life, Spiritual dan Bisnis. Tekan tombol berikut pada video dibawah untuk memilih judul Vlog yang Anda ingin lihat.




Program Kami

 

Jika Anda membutuhkan pembicara terkait motivasi, konsultasi berbagai masalah kehidupan / bisnis, Coach untuk menangani masalah yang Anda hadapi, silahkan konsultasikan kepada kami melalui whatsApp sekarang juga.



Apa Masalah Anda?

WhatsApp