08112652210 / 08112652244 info@bisniscoaching.com

Pada artikel sebelumnya, yaitu Cara Belajar Melalui Sebuah Ilmu Kegagalan – Shippaigaku Part 1  sudah dibahas tentang bagaimana kita perlu memahami sebuah kegagalan sebagai sebuah ilmu. Pada artikel lanjutan Sepuluh Penyebab Kegagalan – Shippaigaku Part 2 ini akan dibahas sepuluh sebab kegagalan. Kesepuluh sebab ini adalah sebagai berikut :

 

#1. Ignorance

Ketidakpedulian dapat terjadi karena dua hal, yaitu ilmu yang kurang atau pengabaian tradisi. Hal ini dapat ditanggulangi dengan banyak belajar, apalagi belajar tentang hal-hal yang dasar, serta memperhatikan tradisi atau aturan main yang ada.

 

#2. Carelessness

Kecerobohan dapat terjadi karena kurangnya pemahaman, kurangnya kehati-hatian, keletihan atau kurangnya kondisi kesehatan. Hal ini umum terjadi ketika kondisi atau kesehatan kurang fit, atau sudah belajar tapi pemahaman kurang, atau karena sikap terlalu sibuk dan terburu-buru. Hal yang dapat dilakukan untuk mencegahnya adalah membuat prosedur kerja yang memperhatikan faktor keselamatan.

 

#3. Ignorance of Procedure

Pengabaian prosedur terjadi karena dua hal, yaitu kurangnya komunikasi dan pengabaian terhadap prosedur. Ketika prosedur kerja sudah dibuat, kadang-kadang masih ada yang melompati prosedur, atau mengabaikan prosedur karena komunikasi kurang lancar. Untuk mencegahnya harus dengan memperbaiki komunikasi, melakukan pengawasan terhadap prosedur kerja. Jika masih sering dilanggar, mungkin dapat disadarkan dengan pemberian sangsi.

 

#4. Misjudgement

Kesalahan memutuskan terjadi karena cara pandang yang sempit, kesalahpahaman, perbedaan persepsi, dan kesalahan membaca situasi. Kadang-kadang seseorang melakukan kegagalan karena cara pandang yang sempit, terlalu fokus ke salah satu aspek dan lupa dengan aspek yang lain. Kesalahpahaman dapat terjadi ketika tidak memahami prinsip dasar dan struktur. Kesalahan persepsi terjadi ketika sesorang menganggap telah melakukan hal yang benar, namun sesungguhnya salah. Kesalahan membaca situasi juga dapat terjadi, misalnya langsung menyiramkan air ke benda yang terbakar, padahal benda terbakar itu minyak goreng, yang ketika disiramkan air justru api semakin membesar.

#5. Insufficient Analysis of Research

Kurangnya analisa riset atau data terjadi karena kelemahan pengalaman praktek, kurangnya riset awal, dan kurangnya studi lingkungan. Mungkin seseorang sudah pernah belajar, namun terjadi kegagalan karena kurangnya pengalaman praktek di lapangan atau karena perubahan kondisi di lapangan. Bisa juga terjadi karena kurangnya data dan riset awal

 

#6. Poor Response to Change in Environment

Terjadi kelemahan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan dan faktor-faktor ekonomi.

 

#7. Poor Concept

Kelemahan konsep atau persiapan terjadi karena kelemahan otoritas struktur, kelemahan organisasi, kelemahan perencanaan. Kegagalan dapat terjadi karena kelemahan perencanaan sejak awal, entah kelemahan di konsep, atau di organisasi. Seperti sebuah kata, “He who fails to plan, plans to fail”.

 

#8. Poor Value Perception

Hal ini terjadi karena kelemahan membaca perbedaan budaya, kelemahan budaya organisasi, dan kelemahan dalam masalah keselamatan. Misalnya terkait kasus mengapa otomotif Jepang bisa berkuasa di Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya dibandingkan otomotif Amerika. Sebab ketika membuat mobil dengan daya angkut 2 ton, Jepang membuatnya dengan daya angkut lebih, sementara Amerika yang membuat persis sesuai spesifikasi menjadi cepat rusak. Hal ini karena Jepang mengerti kebiasaan di Indonesia yang sering mengangkut orang dan barang melebihi kapasitas mobil.

 

#9. Organizational Problems

Problem organisasi terjadi karena struktur manajemen yang tidak fleksibel, kelemahan manajemen, dan kelemahan staf. Hal ini akan memicu kegagalan yang disebabkan problem internal di organisasi atau perusahaan.

 

#10. Unknown Cause

Ketidak-tahuan bisa terjadi karena munculnya fenomena baru yang belum diketahui atau karena munculnya fenomena tidak normal. Meskipun manusia sudah berusaha meneliti segala hal, ada saja hal-hal baru yang tidak diketahui sebelumnya. Menariknya, kegagalan seperti ini bisa menjadi penemuan penting yang bermanfaat bagi manusia.

Sebagai negara berkembang, mungkin bisa dimengerti bahwa tingkat teknologi dan budaya kedisiplinan belum bisa mengejar kondisi di negara maju. Akan tetapi pasti ada yang bisa kita ambil pelajaran. Umumnya mereka selalu berusaha untuk melakukan proses perbaikan (kaizen) dari hasil atau kegagalan sebelumnya. Jepang juga pernah mengalami kecelakaan kereta api yang parah. Tetapi semangat mereka untuk selalu melakukan proses perbaikan tidak pernah pudar. Sehingga tingkat kecelakaan tersebut bisa ditekan ke angka yang sangat rendah.

 

Program Pelatihan Akeyodia

Silakan hubungi kami di telepon/WA ke nomor 08112652244 /08112652210, jika Anda tertarik mengadakan Training untuk Perusahaan/Instansi/Sekolah, Pelatihan untuk Masa Persiapan Pensiun, Seminar motivasi, 1 on 1 life coaching, 1 on 1 business coaching, dan konsultasi pribadi. Kami juga menyediakan jasa pelatihan secara online, konsultasi online dan seminar online.




VIDEO (VLOG) COACH EDWIN


Jangan lewatkan menonton video dari Coach Edwin tentang Life, Spiritual dan Bisnis. Tekan tombol berikut pada video dibawah untuk memilih judul Vlog yang Anda ingin lihat.




Program Kami

 

Jika Anda membutuhkan pembicara terkait motivasi, konsultasi berbagai masalah kehidupan / bisnis, Coach untuk menangani masalah yang Anda hadapi, silahkan konsultasikan kepada kami melalui whatsApp sekarang juga.



Apa Masalah Anda?

WhatsApp