08112652210 / 08112652244 info@akeyodia.com

Berjualan Kue.

Kue-kue tersebut biasanya diburu untuk kebutuhan lebaran. Namun, mereka akan diminati mulai pertengahan Ramadhan. Tawarkan kue berkualitas untuk menarik pembeli.Gaya kue juga bisa bermacam-macam, antara lain nastar, lidah kucing, dan kue coklat.

Jualan Takjil.

Berdagang takjil adalah cara termudah untuk menghasilkan uang di bulan Ramadhan. jenis dapat bervariasi. Penjual takjil sering menawarkan kolak pisang, jenang, serbat. Makanannya juga bervariasi.Mulai dari kue atau sandwich tradisional. Mereka biasanya memiliki warung pinggir jalan, taman bermain atau pemesanan online. Modalnya tidak sulit. Anda dapat menemukan banyak resep takjil di channel youtube atau cookpad. Anda juga bisa mencobanya dalam skala kecil terlebih dahulu. kemudian tingkatkan kuantitas jika balasan pembeli bagus.

Katering sahur.

Memasak untuk persiapan sahur menjadi peluang bisnis bagi para pedagang. Solusi praktisnya adalah dengan membuat menu catering untuk memudahkan pembeli. Anda bisa memulai bisnis ini dengan menawarkan menu kemasan sehingga konsumen bisa mempertimbangkan apa yang dijual. Sistem vending juga bisa menggunakan pre-order agar porsi yang dihasilkan tidak terbuang percuma.

Bingkisan Lebaran.

Jual beli bingkisan lebaran mungkin sudah dimulai sejak lama. Hal ini untuk mengantisipasi pengiriman jarak jauh agar sampai tepat waktu. Keranjang juga dapat mengambil bentuk yang berbeda. Misalnya berjualan kue, baju muslim, kebutuhan rumah tangga seperti piring dan gelas. Tren ekologis juga memungkinkan inovasi dalam penjualan rami, seperti benih tanaman atau produk fashion ekologis.

Bumbu Opor Ayam.

Seperti halnya kue, ide bisnis ini umumnya laris manis saat lebaran. Namun, penjualan beku juga bisa dilakukan. Penjualan ini dijamin. ditanyakan karena hampir tidak ada keluarga di Indonesia yang tidak makan Opor Ayam saat Lebaran.

 

Baca Juga:

HIKMAH RAMADHAN.

Umat ​​Islam yang dapat berpuasa tahun ini harus bersyukur kepada Allah SWT.

Cendekiawan Turki Badiuzzaman Said Nursi mengungkapkan, banyak hikmah Ramadhan yang membuat makhluk bersyukur atas nikmat Allah SWT. “Banyak hikmah di mana puasa Ramadhan membuat makhluk mensyukuri berbagai nikmat Allah,” kata Nursi mengutip bukunya yang berjudul Misteri Puasa, Menabung dan Syukur terbitan Risalah Nur Press.

Nursi menjelaskan yang membawa makanan“Demikian juga dengan makanan dan nikmat yang tak terhingga yang dicurahkan Tuhan ke bumi.

Tentunya Dia meminta harga dari kita, yaitu bersyukur kepada-Nya atas semua nikmat sebelumnya,” kata Nursi. Sedangkan, lanjutnya, ada berbagai alasan eksternal dan pemiliknya seperti pelayan. Kami memberikan hadiah kepada para pelayan dan kami berhutang budi kepada mereka.

Faktanya, kita menunjukkan lebih banyak rasa hormat dan terima kasih daripada yang seharusnya.Padahal, menurut Nursi, pemberi berkah sejatilah yang lebih berhak mendapatkan syukur dan pujian daripada sebab.Oleh karena itu, menurut Nursi, puasa di bulan Ramadhan adalah kunci dari rasa syukur yang nyata, ikhlas dan agung dan lengkap, karena kebanyakan orang tidak mengetahui nilai nikmat tersebut karena tidak merasakan pedihnya kelaparan.

Seseorang tidak dapat menghargai nilai nikmat dari sepotong roti kering, tetapi, kata Nursi, orang percaya dapat menemukan nikmat ilahi yang sangat berharga ketika berbuka puasa.“Dengan demikian, orang-orang yang berpuasa selama bulan Ramadhan, dari para pemimpin hingga yang termiskin, mengalami rasa syukur yang luar biasa karena mereka menyadari nilai dari berkah ini.




VIDEO (VLOG) COACH EDWIN


Jangan lewatkan menonton video dari Coach Edwin tentang Life, Spiritual dan Bisnis. Tekan tombol berikut pada video dibawah untuk memilih judul Vlog yang Anda ingin lihat.




Program Kami

 

Jika Anda membutuhkan pembicara terkait motivasi, konsultasi berbagai masalah kehidupan / bisnis, Coach untuk menangani masalah yang Anda hadapi, silahkan konsultasikan kepada kami melalui whatsApp sekarang juga.



Apa Masalah Anda?

WhatsApp
Pusat Pakaian Murah - Jasa Pembuatan Website Solo - Grosir Gamis